PAYAKUMBUH/50 KOTA

Setelah Tujuh Tahun, Pawai Khatam Al-Quran Balai Gadang Kembali Digelar

×

Setelah Tujuh Tahun, Pawai Khatam Al-Quran Balai Gadang Kembali Digelar

Sebarkan artikel ini
PAWAI AL QURAN—Wakil Wali Kota Elzadaswarman menghadiri kegiatan Pawai Khatam Al-Qur’an Balai Gadang, Kelurahan Balai Tongah.

PAYAKUMBUH, METRO–Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wa­kil Wali Kota Elzadas­warman melepas rombongan arak-arakan Pa­wai Khatam Al-Qur’an Ba­lai Gadang, Kelurahan Balai Tongah Koto, Kecamatan Payakumbuh Utara, Rabu (26/8/2026) pagi. Pa­wai yang diikuti 40 anak, terdiri atas 10 putra dan 30 putri, tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat sekaligus ben­tuk apresiasi terhadap anak-anak yang telah me­nyelesaikan salah satu tahapan pembelajaran Al-Qur’an.

Pelepasan turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Payakumbuh No­friwandi, Kepala Bagian Kesra Setdako Payakumbuh Efrizal, Lurah Balai Tongah Koto Unrizal, serta tokoh masyarakat, niniak mamak dan Bundo Kanduang. Suasana pawai juga dimeriahkan kelompok marching band. Rombongan kemudian me­ngikuti arak-arakan menuju Masjid Gadang Balai Gadang dengan didampingi niniak mamak, Bundo Kanduang, orang tua, serta anak-anak yang masih mengikuti pembelajaran Al-Qur’an di masjid tersebut.

Elzadaswarman mengapresiasi kembali digelarnya Pawai Khatam Al-Qur’an sebagai bagian dari tradisi keagamaan sekaligus bentuk penghargaan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan proses belajar Al-Qur’an. “Ini merupakan kebanggaan kita bersama. Anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an patut kita berikan apresiasi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya untuk rajin belajar Al-Qur’an,” ujar Elzadaswarman.

Baca Juga  Ketua DPRD Payakumbuh Terima Anugerah Green Leadership

Menurutnya, keberhasilan pembinaan keagamaan generasi muda tidak hanya bergantung pada pemerintah dan keluarga, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat.

Ia mengapresiasi peran niniak mamak, Bundo Kanduang, orang tua, dan guru mengaji yang terus memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan anak-anak. “Yang kita harapkan bukan ha­nya anak-anak bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita dapat membentuk generasi Payakumbuh yang berakhlak, berkarakter, dan memiliki landasan agama yang kuat,” katanya.

Elzadaswarman berharap tradisi khatam dan pawai Al-Qur’an terus dipelihara sebagai bagian dari pembinaan karakter sekaligus sarana mempererat hubungan antara generasi muda dan ma­syarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Pelaksana Pawai Khatam Al-Qur’an, Firman Salasa Dt. Tuan, mengatakan kegiatan ter­sebut menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Balai Gadang karena pa­wai serupa terakhir kali dilaksanakan sekitar tujuh tahun lalu. “Pawai Khatam Al-Qur’an ini terakhir kita laksanakan sekitar tujuh tahun yang lalu. Alhamdulillah, pada tahun ini kita kembali dapat melaksanakannya. Tentu ini menjadi kebahagiaan bagi kita semua, terutama bagi anak-anak yang telah me­nyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an,” ujar Firman.

Baca Juga  Tingkatkan Mutu Pendidikan, Bupati Hadirkan Ruang Kelas Baru

Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur dan apresiasi kepada anak-anak sekaligus momentum mempererat silaturahmi antara anak-anak, orang tua, guru mengaji, niniak mamak, Bundo Kan­duang, dan masyarakat. “Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat melaksanakan Pawai Khatam Al-Qur’an dengan diikuti 40 orang anak, terdiri dari 10 putra dan 30 putri. Ini merupakan kebahagiaan dan kebanggaan bagi kita bersama, karena anak-anak kita telah menyelesaikan salah satu tahapan dalam mempelajari Al-Qur’an,” katanya.

Firman menegaskan khatam Al-Qur’an tidak boleh menjadi akhir dari proses belajar. Ia berharap anak-anak terus mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Harapan kita, setelah khatam Al-Qur’an ini anak-anak tidak berhenti belajar. Justru ini menjadi awal untuk semakin mencintai Al-Qur’an, memahami isinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan,” ujar­nya. (uus)