AGAM/BUKITTINGGI

MTQ Lansia- Pra Lansia Semarakkan HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi di Surau Ka’bah

×

MTQ Lansia- Pra Lansia Semarakkan HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi di Surau Ka’bah

Sebarkan artikel ini
PEMBUKAA MTQ— Bupati Agam yang diwakili Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Syatria, saat membuka MTQ Lansia dan Pra Lansia, Selasa (25/8).

AGAM, METROSemarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah di Su­rau Kakbah Nyiak Tuah, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, ber­­langsung meriah.

Rangkaian kegiatan ter­­sebut secara resmi dibuka Bupati Agam yang diwakili Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Syatria SSos MSi, melalui pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Lansia dan Pra Lansia, Selasa (25/8).

Ketua Panitia, Ulyanef St Menan, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk syiar Islam sekaligus menyemarakkan peringatan kemerdekaan dan momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Dalam rangkaian kegiatan ini terdapat tiga agenda utama, yakni MTQ Lansia dan Pra Lansia, jalan santai, serta Festival Rabano,” ujarnya.

Menurutnya, jalan santai telah dilaksanakan pada Sabtu sebelumnya, sedangkan Festival Rabano digelar nantik malam, seluruh rangkaian kegiatan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, dengan peserta yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Ampek Angkek, Baso dan Can­duang.

Khusus MTQ Lansia dan Pra Lansia, puluhan peserta ikut ambil bagian dalam berbagai perlomba­an yang tidak hanya menjadi ajang kom­petisi, tetapi juga wa­dah untuk mem­per­e­rat silaturahmi serta meningkatkan kecintaan terhadap Al Quran di kalangan masyarakat lanjut usia dan pra lanjut usia.

Baca Juga  Bundo Kanduang Pessel Studi Budaya Wisata

Asisten III Setda Agam,­ Syatria, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ter­se­but. Menurutnya, ke­giatan yang digelar di su­rau merupakan contoh nya­­ta bagai­mana fungsi surau dapat di­kembangkan menjadi pu­sat berbagai ak­tivitas positif ma­sya­rakat.

“Ini merupakan model bagaimana menjadikan su­rau tidak hanya sebagai tem­pat ibadah, tetapi juga se­bagai pusat berbagai kegiatan keagamaan, sosial, budaya, bahkan kegiatan eko­no­mi masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan, konsep ter­sebut sejalan dengan program Nagari Creative Hub berbasis Masjid yang mendorong masjid dan surau menjadi pusat kreativitas serta pemberdayaan ma­sya­rakat.

“Kita berharap model seperti ini dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan di tempat-tempat lain. Su­rau harus kembali menjadi pusat kehidupan ma­sya­rakat, tempat membangun il­mu, akhlak, persaudaraan dan kebersamaan,” katanya.

Lebih lanjut, Syatria me­nye­butkan peringatan Mau­lid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki akhlak dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW.

“Melalui peringatan Mau­­­­lid Nabi, mari kita ting­katkan kecintaan kepada Ra­sulullah SAW dan men­ja­dikan akhlak beliau seba­gai teladan dalam kehidupan sehari- hari,” tambahnya.

Baca Juga  Pawai Ta’aruf Khatam Quran Ampang Gadang Meriah

Sementara itu, tokoh masyarakat, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, mengatakan pelaksanaan MTQ Lansia dan Pra Lansia mendapat respons po­sitif dari masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki keunikan tersendiri karena memberikan ruang kepada kelompok lansia dan pra lansia untuk tampil, berkompetisi, sekaligus menunjukkan bahwa semangat belajar dan beribadah tidak mengenal batas usia.

“Ini tampil beda. Biasanya perlombaan MTQ lebih banyak diikuti generasi muda, namun kali ini para lansia dan pra lansia diberikan kesempatan untuk tampil. Ini tentu sangat positif dan patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang termotivasi untuk mendekatkan diri kepada Al Quran, memperkuat silaturahmi, serta menjadikan surau sebagai pusat pembinaan umat.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan, tetapi men­jadi gerakan untuk meng­hidupkan surau dan membangun masyarakat yang religius, berakhlak dan saling peduli,” ujarnya. (pry)