BERITA UTAMA

Kemenhut Akselerasi Operasi Terpadu Pengendalian Karhutla

×

Kemenhut Akselerasi Operasi Terpadu Pengendalian Karhutla

Sebarkan artikel ini
PADAMKAN API— Prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia.

JAKARTA, METROKementerian Kehutanan (Kemenhut) pastikan pemerintah mengakselerasi operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ka­limantan dan Sumatra. Sebanyak 12.880 personel dikerahkan untuk upaya pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemantauan kualitas udara.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi me­nyatakan, langkah strategis ditempuh untuk pena­nganan yang lebih cepat dan presisi di tingkat tapak.

Langkah itu juga dilakukan untuk melokalisasi areal terdampak agar tidak meluas, serta memberikan perlindungan menyeluruh terhadap kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan aktivitas masyarakat dari ancaman asap.

“Sebagai bentuk respons cepat di lapangan, pemerintah memobilisasi kekuatan penuh sebanyak 12.880 personel gabungan dari Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, Masya­rakat Peduli Api (MPA), pe­laku usaha, hingga relawan,” ujar Ristianto dilansir dari Antara.

Baca Juga  Gus Choi: PKB Tidak Ada Tanpa NU dan Gus Dur

Penempatan personel dan armada sarana pemadaman dijalankan secara dinamis, memperhitungkan secara cermat pergerakan angin, kondisi cuaca, keberadaan ekosistem gambut, aksesibilitas lokasi, serta potensi dampaknya terhadap fasilitas publik dan permukiman.

Dia menjelaskan, taktik lapangan mencakup patroli terpadu, pemadaman awal, pemadaman lanjutan, pembuatan sekat bakar, pendinginan area, hingga penjagaan ketat di lokasi pascapemadaman.

Aksi darat diperkuat secara taktis oleh dukungan operasi udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan secara terukur memanfaatkan ketersediaan awan berdasar analisis BMKG.

Penyiapan pesawat patroli dan pemadaman udara atau water bombing difungsikan untuk menjangkau bentang alam yang sulit diakses jalur darat serta menahan eskalasi kebakaran.

Dalam aspek dampak sosial, dia mengatakan, dilakukan peningkatan pemantauan terhadap pergerakan asap dan kualitas udara secara berkala melalui koordinasi erat lintas instansi.

Baca Juga  Tinjau Lokasi Longsor yang Memutuskan Akses Jalan, Wakapolda Sumbar Pastikan Penanganan dan Pelayanan Masyarakat Optimal

Informasi mengenai indeks kualitas udara, jarak pandang penerbangan, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta penyesuaian aktivitas pendidikan diperbarui secara berkala demi keselamatan warga.

Dia menambahkan, seluruh kerja keras pemadaman darat dan udara ter­sebut dilakukan secara terkoordinasi berdasarkan sistem pemantauan terintegrasi SiPongi Kementerian Kehutanan yang memanfaatkan pencitraan Satelit Terra-Aqua NASA.

Pemerintah memberikan perhatian khusus dan pengawasan ketat pada enam provinsi prioritas rawan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pembaruan data titik panas (hotspot) secara aktual dapat diakses oleh publik melalui Sistem Pemantauan Karhutla SiPongi pada laman https://sipo­ngi.gak­kum.kehu­tanan.­go.id.

Laporan atau indikasi kejadian di lapangan dapat disampaikan secara langsung kepada posko pengendalian karhutla terdekat, BPBD, atau aparat pemerintah setempat. (jpg)