KUALA CENAKU — Bagi sebagian siswa di wilayah perkotaan, mengakses buku dan berbagai sumber pengetahuan melalui internet mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun, kondisi berbeda dirasakan oleh siswa SMP Negeri 3 Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Letak sekolah yang berada jauh dari pusat perkotaan membuat akses terhadap sumber belajar dan informasi digital menjadi tantangan tersendiri. Sebagian siswa bahkan harus menempuh perjalanan menggunakan kompang untuk dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Di tengah keterbatasan tersebut, kehadiran Pojok Pustaka Digital yang direalisasikan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) pada 2024 menjadi salah satu fasilitas yang membantu membuka akses siswa terhadap sumber pengetahuan yang lebih luas.
Dua tahun setelah program tersebut direalisasikan, fasilitas Pojok Pustaka Digital di SMP Negeri 3 Kuala Cenaku masih dalam kondisi baik, terawat, dan tetap dimanfaatkan oleh sekolah maupun para siswa untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Program yang merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas tersebut tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. PLN juga mendorong peningkatan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi melalui kegiatan pelatihan multimedia.
Pojok Pustaka Digital menyediakan akses terhadap berbagai sumber belajar yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Materi pembelajaran juga dapat diunduh untuk kemudian dibaca secara offline sehingga siswa tetap dapat belajar meskipun memiliki keterbatasan akses internet.
Bagi sekolah yang berada di wilayah relatif terpencil, fasilitas tersebut menjadi lebih dari sekadar tempat membaca. Pojok Pustaka Digital menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal teknologi, mencari informasi, memperluas wawasan, sekaligus mengembangkan cara belajar yang lebih interaktif.
Asisten Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP Sumbagteng, Muhammad Jamil, mengatakan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses.
“Pustaka Digital adalah salah satu solusi untuk menjawab tantangan akses pendidikan di era digital. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga anak-anak di daerah juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses materi pembelajaran berkualitas,” ujar Jamil.
Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut juga perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan pengguna. Karena itu, PLN memberikan pelatihan multimedia kepada siswa dan siswi agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya dan menyampaikan informasi secara kreatif.
“PLN percaya bahwa pendidikan yang berkualitas juga perlu didukung dengan penguasaan teknologi. Melalui pelatihan multimedia, kami ingin mendorong siswa agar lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan berbagai sumber digital untuk mendukung proses belajar,” katanya.
Tetap Digunakan Dua Tahun Kemudian
Dampak keberlanjutan program terlihat dari kondisi fasilitas yang hingga 2026 masih terjaga dengan baik. Pihak sekolah secara aktif merawat dan memanfaatkan Pojok Pustaka Digital sebagai salah satu sarana pendukung pembelajaran.
Kepala SMP Negeri 3 Kuala Cenaku, Indra Buana Putra, mengatakan bantuan PLN memberikan manfaat bagi sekolah yang berada di tengah keterbatasan akses tersebut.
“Sudah dua tahun PLN UIP Sumbagteng membantu sekolah kami. Sebelumnya kami mendapatkan bantuan sanitasi sekolah, kemudian pada 2024 kami mendapatkan bantuan Pojok Pustaka Digital. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini,” ujar Indra.
Menurut Indra, kondisi geografis sekolah menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi para siswa.
“Sekolah kami berada jauh dari perkotaan dan cukup terpencil. Untuk menuju sekolah, sebagian siswa harus naik kompang. Dengan segala keterbatasan yang ada, anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar setiap hari,” katanya.
Kehadiran Pojok Pustaka Digital, lanjut Indra, memberikan alternatif bagi siswa untuk memperoleh informasi dan bahan pembelajaran yang sebelumnya sulit mereka akses.
“Dengan adanya fasilitas ini, anak-anak bisa memanfaatkan teknologi untuk belajar, mencari informasi, dan menambah wawasan. Kami sangat senang PLN peduli terhadap sekolah kami,” ujarnya.
Indra berharap fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dirawat sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Mudah-mudahan dengan adanya Pojok Pustaka Digital ini, para siswa semakin semangat belajar dan tidak merasa tertinggal dengan siswa yang berada di sekolah perkotaan. Kami akan terus berupaya menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya,” kata Indra.
Membuka Akses, Menjembatani Kesenjangan
Bagi PLN UIP Sumbagteng, keberlanjutan pemanfaatan fasilitas Pojok Pustaka Digital menjadi bagian penting dari tujuan program. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya ruang kelas dan buku, tetapi juga kesempatan bagi setiap anak untuk mendapatkan informasi dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan perkembangan zaman.
Melalui pemanfaatan teknologi, jarak geografis diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan. Pojok Pustaka Digital menjadi salah satu upaya untuk menjembatani keterbatasan tersebut sekaligus menumbuhkan budaya belajar berbasis teknologi di lingkungan sekolah.
Program ini juga memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah program sosial tidak semata-mata diukur dari saat bantuan diberikan, tetapi dari sejauh mana fasilitas tersebut tetap digunakan, dirawat, dan memberikan manfaat bagi penerima dalam jangka panjang.
Dua tahun setelah direalisasikan, Pojok Pustaka Digital di SMP Negeri 3 Kuala Cenaku masih menjadi bagian dari aktivitas belajar siswa. Di sebuah sekolah yang berada jauh dari pusat kota, fasilitas tersebut menjadi pintu menuju dunia pengetahuan yang lebih luas.
Dari ruang belajar di Kuala Cenaku, teknologi membuka kesempatan bagi para siswa untuk membaca, belajar, berkarya, dan menatap masa depan dengan peluang yang lebih setara.(*)






