BERITA UTAMA

4 Hari Hilang usai Digulung Ombak di Pantai Labuan Baruak, Mahasiswa KKN ISI Padangpanjang Ditemukan Tewas Mengambang

×

4 Hari Hilang usai Digulung Ombak di Pantai Labuan Baruak, Mahasiswa KKN ISI Padangpanjang Ditemukan Tewas Mengambang

Sebarkan artikel ini
TEWAS— Jenazah mahasiswa ISI Padangpanjang dimasukkan ke dalam mobil ambulans usai ditemukan pada hari keempat pencairan di Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pessel.

PESSEL, METROMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang yang dilaporkan hilang setelah terseret ombak di Pantai Labuan Baruak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan, pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 10.50 WIB.

Sayangnya, korban bernama Rayhan Eriyandi alias Rehan (23), ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan mengambang di laut. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang Abdul Malik me­nga­takan, korban ditemukan pada hari keempat operasi pencarian. Lokasi penemuan berada sekitar satu nautical mile dari lokasi korban hilang tenggelam saat mandi-mandi bersama teman KKN.

“Korban ditemukan da­lam kondisi meninggal dunia langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dr Muhammad Zein Painan untuk penanganan lebih lanjut. Pencarian korban sebelumnya dilakukan de­ngan melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan,” kata Abdul Malik, Minggu (23/8).

Baca Juga  Kematian Marta Deli belum Terungkap

Pada Sabtu pagi, kata Abdul Malik, sekitar pukul 07.30 WIB, tim melakukan penyisiran dengan luas area pencarian mencapai 45,38 nautical mile persegi. Pencarian dibagi menjadi lima Search and Rescue Unit (SRU). Tim mengguna­kan sejumlah sarana, di an­taranya LCR Basarnas dan BPBD, kapal patroli Polairud, perahu nelayan, serta KN SAR Yudhistira.

“Area pencarian cukup luas menjadi salah satu faktor yang menghambat proses pencarian. Dalam operasi tersebut, KN SAR Yudhistira juga dikerahkan untuk mendukung pencarian. Kapal tersebut bergerak menuju area operasi sekitar pukul 08.40 WIB,” jelas dia.

Menutur Abdul Malik, operasi pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, Polairud, Babinsa, Polsek Batang Kapas, BPBD Pesisir Selatan, perangkat kecamatan hing­ga masyarakat.

“Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, tim gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 11.00 WIB. Seluruh unsur SAR kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing,” tegas dia.

Sebelumnya, seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, dilaporkan hilang akibat digulung ombak hing­ga terseret arus saat mandi-mandi di Pantai Labuan Baruak,  Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Rabu (19/8) sekitar pukul 16.45 WIB.

Baca Juga  Ketahuan Mencuri, Residivis Lukai Pemilik Rumah, Motor Yamaha Nmax dan Jam Tangan Mewah Diembat, Dijual di Marketplace lalu Diciduk Tim Klewang

Korban bernama Rehan (23) ini mandi-mandi bersama bersama 14 mahasiswa lainnya, lantaran mereka sudah menyelesaikan rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Batang Kapas.

Pascakejadian, Tim SAR gabungan yang mendapat laporan adanya orang hilang, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban. Sayang­nya,hingga malam korban tak kunjung ditemukan.

Pencarian terhadap kor­ban pun dilanjutkan pada Kamis pagi hingga sore (20/8). Hingga berita ini diterbitkan, korban masih belum berhasil ditemukan. Pencarian pun akan dilanjutkan lagi pada Jumat (21/8).

Rehan merupakan satu dari 15 mahasiswa ISI Pa­dang Panjang yang melak­sa­­nakan KKN di Nagari Koto Nan Duo. Setelah rangkaian KKN berakhir, para mahasiswa tersebut dijadwalkan kembali ke kampus pada 22 Agustus 2026. (*)