KAMPAR – Komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat terus diwujudkan oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Sumbagteng. Dalam momentum Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, YBM PLN UIP Sumbagteng menyalurkan bantuan peralatan mengaji bagi para santri serta kafalah bagi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al Ghazali di Desa Teluk Kenidai, Kabupaten Kampar, Riau, pada Kamis (21/8/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari realisasi Pilar Dakwah YBM PLN UIP Sumbagteng sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an dan kegiatan dakwah di tengah masyarakat. Penyaluran bantuan juga menjadi wujud rasa syukur sekaligus upaya meneladani semangat dakwah Rasulullah SAW dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bantuan diserahkan oleh Aris Febrian yang mewakili Pengurus dan Muzakki YBM PLN UIP Sumbagteng. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri sekaligus memberikan dukungan kepada para guru yang selama ini berperan dalam membina dan mendampingi pendidikan keagamaan anak-anak.
Bagi masyarakat, keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur’an tidak hanya menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar membaca dan memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, TPA juga menjadi ruang pembentukan karakter serta penanaman nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
Melalui bantuan peralatan mengaji, YBM PLN UIP Sumbagteng berupaya mendukung tersedianya sarana yang dapat menunjang kegiatan belajar para santri. Sementara itu, bantuan kafalah bagi guru diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pengajar dalam menjalankan pembinaan dan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan masyarakat.
Aris Febrian mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah dari para muzakki yang dihimpun dan disalurkan YBM PLN UIP Sumbagteng untuk menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung dakwah dan pendidikan Qur’ani di wilayah kerja PLN UIP Sumbagteng.
“Bantuan peralatan mengaji dan kafalah yang diserahkan merupakan wujud kepedulian terhadap dakwah dan pendidikan Qur’ani di wilayah kerja PLN UIP Sumbagteng. Semoga hal ini mendatangkan kebaikan dan keberkahan untuk seluruh muzakki PLN, serta menjadi wasilah kemudahan dalam pekerjaan PLN UIP Sumbagteng melalui setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca oleh para santri,” ujar Aris Febrian.
Menurutnya, setiap dukungan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperluas kebermanfaatan. Melalui pendidikan Al-Qur’an, generasi muda tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga nilai-nilai yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengajar TPA Al Ghazali, Ustadz Hasruri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pegawai PLN, khususnya para muzakki YBM PLN UIP Sumbagteng, atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada para santri dan pengajar.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu pegawai PLN, khususnya para muzakki, atas bantuan dan kepeduliannya terhadap dakwah dan pendidikan Al-Qur’an bagi santri kami. Semoga Allah memberikan keberkahan bagi seluruh pegawai dan muzakki PLN,” ujar Hasruri.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para santri dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta mendukung para guru dalam melanjutkan pengabdian di bidang pendidikan Al-Qur’an.
Melalui Pilar Dakwah, YBM PLN UIP Sumbagteng terus berupaya menjalankan amanah para muzakki dengan menyalurkan manfaat kepada masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan sosial dan keagamaan. Program tersebut menjadi bagian dari semangat kepedulian insan PLN untuk hadir dan tumbuh bersama masyarakat.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pengingat akan pentingnya meneladani nilai kepedulian, keikhlasan, dan kebermanfaatan bagi sesama. Semangat tersebut diwujudkan YBM PLN UIP Sumbagteng melalui dukungan nyata terhadap pendidikan dan dakwah, termasuk bagi para santri dan guru TPA di Desa Teluk Kenidai.
Dari ruang-ruang sederhana tempat anak-anak belajar mengenal dan membaca Al-Qur’an, YBM PLN UIP Sumbagteng berharap manfaat yang diberikan dapat terus berkembang. Tidak hanya dalam bentuk bantuan yang diterima hari ini, tetapi juga melalui keberlanjutan pendidikan, semangat para pengajar, serta doa dan harapan yang tumbuh bersama setiap generasi.(*)






