METRO PESISIR

Jembatan Anduring Dibangun

×

Jembatan Anduring Dibangun

Sebarkan artikel ini
TINJAU JEMBATAN ANDURING— Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat meninjau langsung lokasi Jembatan Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman.

PDG.PARIAMAN, METRO— Kabar baik bagi ma­syarakat Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam. Kenapa tidak, kemarin, Pemerintah Pusat memastikan pembangu­nan kembali Jembatan An­duriang yang roboh akibat banjir bandang dan bencana hidrometeorologi pada November 2025 telah masuk dalam pagu indikatif APBN dengan estimasi ang­garan mencapai Rp 47 miliar. Kepastian itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat meninjau langsung lokasi Jembatan Anduriang, kemarin. Kunjungan tersebut turut dihadiri  jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Balai Pelaksanaan Jalan Nasio­nal (BPJN) Sumatera Barat, serta jajaran Ditjen Cipta Karya. Kedatangan rombongan disambut Bupati Padangpariaman John Ke­nedy Azis, sejumlah kepala OPD, serta masyarakat Nagari Anduriang. Di hadapan masyarakat, Andre menyampaikan bahwa pro­­­ses lelang pemba­ngu­nan Jembatan Anduriang ditargetkan dapat dilaksanakan pada Januari 2027, kemudian pekerjaan fisik dimulai pada Februari 2027.

”Pemerintah Pusat, Pemerintah Presiden Prabowo sudah menyiapkan ang­garan untuk Jembatan Anduriang ini sebesar Rp­47 miliar. Insyaallah Januari 2027 akan segera dilelang dan insyaallah akhir Februari 2027 pemba­ngu­nan jembatannya dilaksanakan,” ujar Andre.

Andre menjelaskan, Jembatan Anduriang nan­tinya akan dibangun de­ngan panjang sekitar 140 meter menggunakan konstruksi jembatan rangka dengan dua bentang, masing-masing sepanjang 70 meter. Pembangunan ter­sebut diharapkan menjadi solusi permanen untuk memulihkan akses ma­syarakat sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap ancaman banjir di kawasan tersebut.

Menurut Andre, kepastian pembangunan tersebut merupakan kabar gem­bira bagi masyarakat Anduriang sekaligus bukti bahwa pemerintah pusat memberi perhatian terhadap pemulihan infrastruktur di daerah yang terdampak bencana. Jembatan Sikabu Juga Segera Dibangun Selain Jembatan Anduriang, Andre juga membawa kabar baik terkait pembangunan Jembatan Sikabu atau Jembatan Kayu Gadang di Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung.

Jembatan tersebut telah masuk dalam paket Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026, dengan nilai anggaran sekitar Rp47,5 miliar. Pekerjaan pembangunan ditargetkan mulai pada Oktober atau November 2026. ”Jembatan Sikabu yang diperjuangkan oleh Pak Bupati juga sudah dimasukkan dalam Inpres Jalan Daerah tahun 2026. Insyaallah tahun 2026 ini, mungkin Oktober atau November, sudah bisa dikerjakan pembangunannya,” kata Andre.

Baca Juga  Wako Pariaman Ajak Komunitas Berinvestasi

Jembatan Kayu Ga­dang Sikabu sebelumnya mengalami kerusakan pa­rah akibat banjir pada November 2017. Jembatan kemudian dibangun permanen menggunakan da­na BNPB dan diresmikan pada Agustus 2021. Namun, jembatan tersebut kembali ambruk diterjang banjir deras pada Minggu malam, 7 Mei 2023.

Karena itu, pemba­ngu­nan kembali Jembatan Sikabu diharapkan menjadi solusi permanen bagi akses masyarakat sekaligus mampu memberikan ko­nektivitas yang lebih aman dan andal dalam meng­hadapi ancaman ben­cana di masa mendatang. Normalisasi Batang Anai Rp218 Miliar Tak ha­nya pembangunan jemba­tan, pemerintah pusat me­lalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V juga menyiapkan program normalisasi Sungai Batang Anai, khususnya di kawasan Nagari Anduriang. Program normalisasi tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp218 miliar dan ditargetkan mulai dikerjakan pada November 2026.

Andre menyebut pembangunan infrastruktur jembatan dan normalisasi sungai tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah, termasuk perjuangan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam memenuhi berbagai persyaratan administrasi maupun teknis. ”Ini kabar baik yang diinformasikan atas perjuangan kita semua, terutama Pak Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis yang sudah bekerja keras memperjuangkan dan memenuhi seluruh syarat administrasi dan teknis, sehingga anggaran ini bisa diturunkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PU,” ujarnya.

Bagian dari Komitmen Pemulihan Sumatera Barat Andre menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat. Pemerintah pusat, kata dia, telah menyiapkan anggaran sekitar Rp19 triliun untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Suma­tera Barat yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mulai 2025 hingga 2028. ”Sekali lagi, inilah bentuk komitmen Presiden Prabowo yang sudah menyiapkan anggaran Rp19 triliun untuk dana rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat. Dana rehab rekon ini akan dicairkan secara bertahap dari 2025 sampai 2028,” katanya.

Baca Juga  Pandemi Covid -19, Pemkab Padangpariaman Tingkatkan Ekonomi

Menurut Andre, dukungan anggaran tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah pusat membangun kembali infrastruktur Sumatera Barat, termasuk Kabupat Padangpariaman yang menjadi salah satu wilayah terdampak bencana. Bupati: Harus Kokoh dan Tahan Banjir  Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis me­nyam­but baik kepastian du­kungan anggaran pemerintah pusat untuk pembangunan kedua jembatan tersebut. Ia berharap anggaran Rp47 miliar untuk Jembatan Anduriang dapat menghasilkan infrastruktur yang kuat, kokoh, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. ”Harapan ki­ta, dengan anggaran yang cukup tinggi Rp47 miliar, tentu insyaallah akan di­bangun jembatan yang kokoh dan sesuai dengan keinginan masyarakat,” ujar John Kenedy.

Khusus untuk Jemba­tan Sikabu, Bupati menekankan pentingnya pembangunan yang memperhatikan aspek ketahanan terhadap bencana. Pasal­nya, jembatan tersebut telah dua kali roboh akibat banjir. ”Jembatan Sikabu itu sudah dua kali roboh. Mu­dah-mudahan pembangu­nan yang ketiga kali ini jembatan itu betul-betul kuat, kokoh, bertahan la­ma, dan bisa bertahan kalau terjadi banjir lagi. Begitu juga Jembatan An­du­riang,” kata­nya. Dengan kepastian pembangunan Jembatan Anduriang dan Jembatan Sikabu serta pro­­gram normalisasi Batang Anai, Pemerintah Kabupaten Pa­dangpariaman berharap konektivitas masyarakat segera kembali pulih dan ketahanan infrastruktur terhadap bencana sema­kin kuat. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah da­erah, DPR, kementerian/lembaga, dan ma­syarakat diharapkan mampu memastikan seluruh program tersebut berjalan te  waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ma­syarakat Padangpariaman. (efa)