PADANG, METRO –Kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Padang untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) resmi mulai digulirkan, Senin (18/5). Perhelatan tahunan ini digelar dengan tujuan utama sebagai wadah menjaring sekaligus membina bibit-bibit atlet muda potensial sejak dini untuk dipersiapkan menuju pentas nasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova menjelaskan bahwa esensi utama dari O2SN ini bukan sekadar rutinitas kompetisi, melainkan fondasi awal dalam memetakan bakat olahraga anak-anak di Kota Padang. Melalui ajang ini, pemerintah kota berkomitmen melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Tujuan utama kita jelas, kita ingin menjaring siswa-siswa terbaik dari Padang yang nantinya siap mewakili tingkat provinsi Sumatra Barat menuju tingkat nasional. Harapan kita tentu targetnya dapat bersaing di tingkat nasional dari cabang-cabang yang diikuti,” ujar Yopi, Senin (18/5).
Selain memproyeksikan siswa ke tingkat nasional, Yopi menegaskan bahwa tujuan jangka panjang dari hulu pembinaan di tingkat SD dan SMP ini adalah untuk menyuplai kebutuhan atlet masa depan daerah, termasuk untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Ini adalah wadah strategis untuk menjaring bibit atlet Porprov. Karena di Porprov tidak ada batasan usia yang ketat, maka pembinaan melalui O2SN ini akan menjadi fondasi utama. Merekalah yang kita persiapkan untuk mewakili Kota Padang di tingkat Porprov maupun kompetisi nasional di masa yang akan datang,” pungkas Yopi.
Pada hari pertama, para peserta dari jenjang SD langsung berlomba membawa nama kecamatan masing-masing setelah sebelumnya lolos seleksi ketat di sebelas kecamatan. Sementara untuk jenjang SMP, kompetisi dimulai dengan sistem pertandingan antarsekolah se-Kota Padang.
Sebagai penanda dimulainya kompetisi, sebanyak 41 pelajar tingkat SD dan SMP di Kota Padang langsung saling unjuk kemampuan di dua cabang olahraga (cabor) pembuka, yakni panjat tebing dan senam.
Untuk cabor panjat tebing tingkat SMP, kompetisi digeber di kawasan kampus UIN (IAIN) Lubuk Lintah. Pada perlombaan tersebut, sebanyak empat atlet putra dan dua atlet putri ambil bagian untuk beradu cepat dan ketahanan dalam nomor yang dipertandingkan, yakni lead dan speed.
Penanggung Jawab O2SN tingkat SMP, Erwantosi, mengatakan ajang ini menjadi momentum penting dalam menjaring atlet muda potensial Kota Padang. “Kami berharap para atlet yang bertanding hari ini dapat terus berkembang dan mampu berlaga hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Saling Unjuk Kemampuan di Gedung Senam Semen Padang
Sementara itu di lokasi berbeda, cabor senam tingkat SD berlangsung sengit di Gedung Senam Semen Padang dengan menghadirkan peserta perwakilan dari setiap kecamatan di Kota Padang. Total peserta yang ambil bagian sebanyak 35 siswa, terdiri atas 18 putra dan 17 putri.
Pada cabang senam ini, nomor yang dipertandingkan adalah nomor serba bisa (all-around). Nomor ini terbilang berat karena menuntut kemampuan menyeluruh para atlet dalam berbagai rangkaian gerakan dan teknik dasar senam.
Penanggung Jawab O2SN tingkat SD, Mairul Chandra, menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi atlet muda Kota Padang yang selama ini punya rekam jejak mentereng di tingkat nasional.
“Kami berharap atlet-atlet yang terpilih nantinya dapat kembali berlaga di tingkat nasional dan meraih medali, seperti beberapa tahun terakhir ketika cabang senam selalu menyumbangkan medali bagi Provinsi Sumatera Barat melalui kontingen Kota Padang,” katanya optimis.
Pelaksanaan O2SN tahun 2026 ini murni mementaskan enam cabor utama yang seluruhnya telah diselaraskan dengan agenda resmi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Selain senam dan panjat tebing, cabor bulu tangkis (SD/SMP) di Lapangan Semen Padang serta pencak silat di GOR Semen Padang juga sudah mulai ditabuh hari ini.
Sementara untuk cabor renang baru akan digulirkan pada Selasa (19/5) hingga Rabu (20/5) di Kolam Renang Teratai GOR H. Agus Salim, dan akan ditutup oleh cabor atletik di FIK UNP pada Kamis (21/5). Agenda akbar ini menjadi bentuk nyata dari implementasi Program Unggulan (Progul) Padang Juara untuk menciptakan generasi pelajar yang tangguh, berkarakter, serta siap bersaing di segala level. (oza)





