METRO SUMBAR

Kelangkaan BBM Bio Solar di Pasaman Barat, Antrean Panjang Hingga Harga Pengecer Meroket Tinggi

×

Kelangkaan BBM Bio Solar di Pasaman Barat, Antrean Panjang Hingga Harga Pengecer Meroket Tinggi

Sebarkan artikel ini
ANTREAN SOLAR DI SPBU— Antrean panjang kendaraan mengular saat menunggu BBM di SPBU akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak jenis Bio Solar di SPBU Simpang Empat.

PASBAR, METROPemerintah Daerah Pa­sa­man Barat melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM merespons keluhan warga terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak jenis Bio Solar dengan me­la­kukan inspeksi men­da­dak ke SPBU Simpang Empat, Rabu (13/5). Tim menemukan antrian panjang kendaraan diesel di lokasi. Pihak SPBU membenarkan kondisi tersebut, namun menyebut hal serupa terjadi hampir di seluruh SPBU di Sumatera Barat.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Pasbar, Agusli, menjelaskan kuota penyaluran Bio Solar untuk SPBU Simpang Empat tidak ber­ku­rang.

“Kuota tetap 16 ton per hari. Tidak ada pengurangan alokasi dari Pertamina,” ujarnya.

Baca Juga  IBI Berperan Jaga Kesehatan Masyarakat

Lonjakan permintaan terjadi akibat selisih harga yang besar antara Bio Solar subsidi Rp6.800 per liter dengan Dexlite non-subsidi yang mencapai Rp27.150 per liter. Banyak kendaraan yang seharusnya menggunakan Dexlite beralih ke Bio Solar.

Di lapangan, renovasi bangunan SPBU Simpang Empat juga mengurangi kapasitas kendaraan yang bisa antri di dalam area SPBU. Akibatnya, kenda­raan mengular hingga ke jalan umum.

Di tengah kelangkaan di SPBU, Bio Solar justru tersedia di kios pengecer dengan harga Rp12.000–Rp15.000 per liter. Padahal, harga resmi subsidi jauh lebih rendah.

Baca Juga  Pemkab Pasbar Gelar Rakor, Percepatan Penurunan Stunting dan Hapus Kemiskinan Ekstrem

Pihak manajemen SPBU menegaskan penyaluran Bio Solar dilakukan sesuai aturan.

Setiap pembelian wajib menggunakan barcode ken­daraan, dan satu barcode hanya berlaku satu kali dalam sehari. Untuk menjaga ketertiban, SPBU juga berkoordinasi dengan Polsek setempat agar an­trian berjalan tertib dan me­ngurangi potensi kema­cetan serta percaloan.

Agusli menyatakan Pem­da Pasbar akan me­nin­­daklanjuti temuan ini ke Pemerintah Provinsi Su­matera Barat dan Pertamina Patra Niaga.  “Kami akan mengusulkan solusi berupa penambahan kuota sementara dan penguatan pengawasan distribusi agar BBM subsidi tepat sasaran,” katanya. (end)