FC BARCELONA menutup laga kandang terakhir mereka di musim La Liga 2025/2026 dengan kemenangan penting atas Real Betis, Senin (18/5). Atmosfer di Spotify Camp Nou pun terasa spesial, memadukan euforia kemenangan dengan nuansa haru perpisahan.
Hasil positif tersebut sekaligus menyempurnakan catatan impresif Blaugrana di kandang musim ini, dengan torehan 19 kemenangan dari seluruh laga yang dimainkan. Namun, sorotan utama bukan hanya soal hasil, melainkan momen perpisahan striker andalan mereka, Robert Lewandowski.
Meski gagal mencetak gol di laga tersebut, dukungan penuh tetap mengalir dari suporter dan rekan setim untuk penyerang asal Polandia itu. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengaku bangga sekaligus emosional melihat momen tersebut.
“Malam ini bisa saja menjadi malam yang sempurna dengan gol dari Robert. Jadi, bisa dibilang ini hampir sempurna,” ujar Flick seperti dikutip dari Marca.
Flick tak menampik bahwa kepergian Lewandowski akan meninggalkan kekosongan besar di lini depan. Ia bahkan menyebut sang striker sebagai salah satu nomor 9 terbaik dalam dua dekade terakhir, sehingga mencari pengganti sepadan bukan perkara mudah.
Kehangatan di ruang ganti juga tercermin dari sikap rekan setim. Winger Barcelona, Raphinha, menyebut Lewandowski sebagai sosok penting yang memberikan kontribusi besar sejak pertama kali bergabung. Sebagai bentuk penghormatan, ban kapten diberikan kepada Lewandowski pada laga tersebut.
“Sejak pertama kali tiba di klub, Lewy telah memberikan kontribusi yang sangat besar lewat kerja keras, gol, kepribadian, dan pengalamannya. Hal paling adil yang bisa kami lakukan hari ini adalah memberikan penghormatan ini untuknya. Kami sangat bersyukur bisa berbagi ruang ganti bersamanya,” ungkap Raphinha.
Raphinha juga menyoroti pencapaian sempurna Barcelona di kandang musim ini sebagai sesuatu yang luar biasa.
“Bisa mengakhiri musim dengan memenangkan seluruh laga kandang di depan suporter kami adalah sesuatu yang luar biasa. Kami berharap musim depan akan sama seperti ini,” tambahnya.
Dalam pertandingan itu, Barcelona sempat mendapat tekanan di babak kedua setelah Betis meningkatkan intensitas serangan. Namun, solidnya lini pertahanan membuat keunggulan tetap terjaga hingga peluit akhir.
Kini, fokus Barcelona beralih ke laga terakhir musim ini sekaligus menyusun rencana untuk musim depan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah masa depan bek João Cancelo. Flick menegaskan bahwa keputusan tersebut berada di tangan Direktur Olahraga klub, Deco.
“Semua orang melihat apa yang dia berikan kepada kami. Deco harus mengurus masa depannya. Kita harus menunggu,” tutup Flick. (*/rom)





