OLAHRAGA

Cuaca Ekstrem Ancam Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Protokol Khusus untuk Pemain

×

Cuaca Ekstrem Ancam Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Protokol Khusus untuk Pemain

Sebarkan artikel ini

PIALA Dunia 2026 belum dimulai, tetapi perhatian publik sudah tertuju pada isu penting di luar persaingan lapangan. Ancaman cuaca panas ekstrem jadi sorotan utama.

Turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut diprediksi menghadirkan tantangan serius. Baik pemain maupun penyelenggara harus siaga menghadapi kondisi cuaca.

Dikutip dari Marca.com, ilmuwan dari World Weather Attribution (WWA) ingatkan beberapa pertandingan mungkin terjadi suhu tinggi. Kondisi ini dapat memicu heat stress yang berbahaya bagi pemain.

Situasi ini tidak bisa dianggap remeh karena sebagian laga bermain di stadion terbuka. Sistem pendingin yang maksimal belum tersedia di semua stadion itu.

Laporan WWA menyebut ada 26 pertandingan kemungkinan berlangsung di suhu minimal 26 derajat Celsius. Dari jumlah itu, sembilan laga di stadion tanpa fasilitas pendingin memadai.

Tiga kota Amerika Serikat jadi fokus perhatian, yaitu Miami, Kansas City, dan East Rutherford. Stadion terbuka di ketiga kota itu berisiko suhu tinggi saat laga berjalan.

Baca Juga  Diperkuat Pemain Timnas, Tim Sepak Takraw Sumbar Incar Dua Medali Emas PON 2024

Stadion tersebut sering alami suhu panas terutama di siang dan sore hari. Risiko ini mempengaruhi kondisi pemain dan jalannya pertandingan.

Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah sepak bola. Lebih banyak negara ikut dan turnamen diadakan di tiga negara berbeda.

Antusiasme pendukung sangat tinggi karena atmosfer olahraga dan hiburan akan sangat terasa. Event ini jadi pesta sepak bola terbesar dengan skala sangat besar.

Namun, faktor cuaca panas menjadi perhatian utama para ilmuwan. Suhu tinggi bisa turunkan performa dan tingkat kelelahan pemain secara signifikan.

FIFA sudah siapkan langkah antisipasi untuk mengatasi persoalan. Mereka akan gunakan sistem pemantauan WBGT (wet-bulb globe temperature) untuk mengukur risiko panas.

Sistem WBGT menghitung suhu udara, kelembapan, dan paparan panas ke tubuh manusia. Ini jadi dasar ambil tindakan saat risiko panas meningkat.

Jika WBGT capai 28 derajat Celsius, status siaga diberlakukan. Jika menyentuh 32 derajat, protokol darurat wajib dijalankan untuk jaga keselamatan pemain.

Baca Juga  Nigeria Hajar Mozambik 4-0, Super Eagles Melaju ke Perempat Final Piala Afrika

FIFA juga pastikan ada jeda hidrasi selama tiga menit tiap babak pertandingan. Bangku cadangan di stadion terbuka akan dilengkapi pendingin udara.

Langkah ini penting sebab jadwal padat bisa membuat pemain mudah kelelahan. Perlindungan suhu panas jadi prioritas agar pemain tetap fit.

Piala Dunia berlangsung saat musim panas di Amerika Utara. Wilayah ini dikenal dengan suhu tinggi yang harus diperhatikan penyelenggara.

Penyelenggara harus bekerja ekstra supaya pertandingan tetap aman dan nyaman. Ini tantangan besar di tengah cuaca ekstrim tersebut.

Banyak pihak berharap teknologi stadion dan pengaturan jadwal bisa kurangi dampak cuaca panas. Upaya ini penting agar pertandingan berjalan lancar.

Meski demikian, antusiasme publik terhadap Piala Dunia 2026 tetap tinggi. Turnamen ini dinantikan sebagai pesta sepak bola terbesar dunia dengan inovasi baru. (jpg)