AGAM, METRO–Meski telah cukup lama sejak bencana banjir bandang melanda Kabupaten Agam, perhatian terhadap masyarakat terdampak masih terus berdatangan. Hal ini terlihat dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah Agam, Mhd Lutfi, bersama Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma, serta Rektor Universitas Fort De Kock, Evi Hasnita, di Ruang Rapat Bupati Agam, Lubuk Basung, Rabu (13/5).
Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua TP-PKK Agam, Merry Benni Warlis, beserta jajaran masing-masing. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam membantu pemulihan masyarakat pascabencana.
Dalam kesempatan itu, Merry Benni Warlis menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah X yang telah memilih Kabupaten Agam sebagai lokasi program pengabdian masyarakat.
“Ini merupakan bentuk perhatian juga kepada kami,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar program yang akan dilaksanakan benar-benar dirancang secara matang melalui survei dan koordinasi lintas pihak, termasuk melibatkan tenaga ahli kebencanaan.
“Perlu dilakukan survei dan kolaborasi dengan tenaga ahli agar program tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak,” tambahnya.
Sementara itu, Afdalisma menjelaskan bahwa pihaknya bersama LLDIKTI Wilayah III akan menggelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan implementasi dari program Kampus Berdampak yang mendorong perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemulihan sosial, ekonomi, pendidikan hingga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Program KKN Tematik tersebut akan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI Wilayah III dan Wilayah X. Secara keseluruhan, sekitar 250 peserta akan terlibat, terdiri dari mahasiswa dan dosen lintas disiplin ilmu.
Rinciannya, sebanyak 130 peserta berasal dari perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah III dan 120 peserta dari LLDIKTI Wilayah X. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hingga 12 hari, yakni pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Sebelum pelaksanaan, tim gabungan akan melakukan survei lapangan pada 18 Mei 2026, melibatkan sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Fort De Kock, Universitas Budi Luhur, Universitas Gunadarma, dan Universitas Bhayangkara.
Beragam program pengabdian telah disiapkan untuk mendukung pemulihan masyarakat. Di bidang kesehatan, peserta akan menggelar pemeriksaan mata gratis, pembagian kacamata, pengendalian penyakit menular, trauma healing, penyediaan air bersih, hingga edukasi sanitasi lingkungan.
Pada sektor pendidikan, mahasiswa akan memberikan pendampingan belajar bagi siswa SD dan SMP, membantu pengembangan kurikulum berbasis deep learning, serta melakukan penyuluhan mitigasi bencana.
Selain itu, di bidang teknologi, ekonomi kreatif, dan pertanian, program akan difokuskan pada pendampingan UMKM, inovasi sistem peringatan dini (early warning system), serta pemberdayaan kelompok tani dan masyarakat desa.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah Agam, Mhd Lutfi, menegaskan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Agam terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia juga meminta agar koordinasi terus dilakukan dengan dinas terkait agar program berjalan optimal.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini dan berharap dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam,” tegasnya. (pry)





