AGAM/BUKITTINGGI

Tingkatkan Partisipasi Pengawasan Pemilu, Bawaslu Agam Gencarkan Kelas Demokrasi

×

Tingkatkan Partisipasi Pengawasan Pemilu, Bawaslu Agam Gencarkan Kelas Demokrasi

Sebarkan artikel ini
KELAS DEMOKRASI— Bawaslu Kabupaten Agam terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu melalui program Kelas Demokrasi.

AGAM, METRO–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawa­san pemilu melalui program Kelas De­mo­krasi. Program ini dirancang sebagai sarana edukasi politik sekaligus upaya meningkatkan partisipasi publik dalam mengawal proses demokrasi.

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Agam, Yuhendra, menyampaikan bahwa kegiatan Ke­las Demokrasi telah dilaksanakan di sejumlah se­kolah yang bekerja sama dengan Bawaslu Agam. Di antaranya SMA Negeri 2 Lubuk Basung, MAN 5 Agam, dan SLB Negeri 1 Lubuk Basung.

“Program kelas demokrasi akan kembali dilanjutkan setelah jeda pada Ramadhan dan ujian semester,” ujarnya.

Menurutnya, program ini bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu serta meningkatkan pemahaman terkait berbagai bentuk pelanggaran yang mungkin terjadi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media pendidikan politik bagi generasi muda, khususnya pelajar yang nantinya akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.

Baca Juga  Kunker ke Lapas Bukittinggi, Kimwasmat PN Bukittinggi Apresiasi Kinerja Kalapas dan Jajaran

Yuhendra menambahkan, pelaksanaan Kelas Demokrasi kini tidak lagi bersifat seremonial. Jika sebelumnya hanya berupa penyampaian singkat saat upacara sekolah, kini kegiatan ter­sebut telah berkembang men­jadi pembelajaran yang lebih mendalam.

“Pelaksanaan kelas demo­kra­si ini bukan lagi sekadar penyampaian singkat pada upacara, namun sudah mendapatkan porsi sekitar dua jam pelajaran untuk menyampaikan materi pendidikan politik dan pengawasan partisipatif kepada peserta didik,” jelasnya.

Ke depan, Bawaslu Agam menargetkan program ini dapat menjangkau seluruh se­kolah di Kabupaten Agam pada tahun 2026.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Sumatera Barat, Muhammad Khadafi, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Bawaslu Agam. Ia menilai program tersebut mampu menghadirkan pendidikan demokrasi yang lebih efektif dan menyentuh kalangan generasi mu­da.

Baca Juga  KPU Bukittinggi Ingatkan Potensi Pidana untuk Pemilih Curang

“Inovasi yang dilakukan Bawaslu Agam patut diapresiasi karena mampu menghadirkan pendidikan demokrasi secara lebih mendalam dan efektif di tengah berbagai keterbatasan yang ada,” katanya.

Menurutnya, program ini berpotensi menjadi contoh bagi Bawaslu di kabupaten dan kota lain dalam mengembangkan metode pendidikan de­mokrasi yang lebih relevan dengan kebutuhan ma­sya­rakat.

Ia juga menegaskan bahwa upaya penguatan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif perlu terus dilakukan, mengingat tingkat kesadaran politik masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.

Melalui Kelas Demokrasi, Bawaslu Agam diharapkan mam­pu mencetak masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya demokrasi, serta mendorong keterlibatan aktif dalam menjaga kualitas pemilu dan pemilihan di masa mendatang. (pry)