BERITA UTAMA

Hari Keenam Pencarian, Rasyid dan Zafran Tak Kunjung Ditemukan

×

Hari Keenam Pencarian, Rasyid dan Zafran Tak Kunjung Ditemukan

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN— Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap dua bocah yang hilang digulung ombak di Pantai Ulak Karang, Kota Padang.

PADANG, METROOperasi pencarian dua bocah berstatus pelajar Sekolah Dasar (SD) yang hilang  tenggelam di kawasan Pantai Ulak Karang, belakang Kam­pus Bung Hatta, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, terus berlanjut hingga hari kenam, Kamis (23/4).

Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan bebe­rapa perahu untuk melakukan penyi­siran di perairan se­kitar lokasi. Selain itu, pen­carian juga dibantu oleh nelayan setempat yang tu­rut membantu mem­­per­luas area pen­ca­rian.

Metode pencarian dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya penyisiran menggunakan perahu karet di laut, penyisiran di sepanjang garis pantai, serta penyelaman di titik-titik yang dianggap berpotensi. Upaya ini dilakukan secara terpadu untuk meningkatkan peluang menemukan korban.

Danru Kantor SAR Ke­las II A Padang, Tri Desyu Herman mengatakan, tim saat ini masih berada di lokasi kejadian (TKP) dan terus melaksanakan upaya pencarian secara maksimal. Sejak pagi hingga sore, tim telah melaksanakan rangkaian kegiatan sesuai rencana operasi yang telah disusun.

“Saat ini kita berada di TKP, tepat pada hari ke-6 ini yang mana hasil pencarian kita masih belum menemukan kedua korban atau nihi,” kata Tri Desyu.

Baca Juga  Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Selesai Sebelum 2 Tahun

Tri Desyu menjelaskan, pada pagi hari tim terlebih dahulu melaksanakan brie­fing untuk menentukan strategi penyelaman di titik-titik yang dianggap berpotensi. Setelah itu, tim melakukan penyelaman yang berlangsung hingga pukul 11.30 WIB.

“Untuk pelaksanaan kegiatan yang bisa kita sampaikan dalam per­kem­bangan operasi SAR ini yang pertama, pagi kita melaksanakan briefing untuk penyelaman, hingga pada pukul 11.30 penyelaman sudah diselesaikan dengan titik-titik yang dianggap dicurigai. Saat pe­nye­laman kondisi masih nihil,” jelasnya.

Menurut Tri Desyu, da­lam pelaksanaan penyelaman tersebut, tim tidak bekerja sendiri. Operasi SAR melibatkan berbagai unsur tim gabungan yang saling mendukung di la­pangan.

“Saat penyelaman kita dicover oleh beberapa tim, yaitu unsur tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan yang lainnya,” katanya.

Tri Desyu menuturkan, setelah penyelaman selesai dan belum membuahkan hasil, operasi dilanjutkan pada siang hari dengan penyisiran di permukaan air guna memperluas area pencarian.

“Siangnya kita lanjutkan penyisiran untuk melebarkan lagi penyisiran di permukaan air. Dalam penyisiran tersebut, tim dibagi ke beberapa arah. Se­jum­lah perahu bergerak ke arah selatan dengan tujuan menyisir wilayah sekitar Pulau Pisang Gadang dan pulau-pulau lainnya,” ujar­nya.

Baca Juga  Aset Milik Tersangka Korupsi RSUD Pasbar Disita Jaksa, Tanah dan Bangunan, Nilainya Rp 4,5 Miliar

Tri Desyu mengatakan, pencarian mengarah ke selatan, dengan tujuan Pulau Pisang Gadang, kemudian dengan beberapa pulau lainnya, total yang kita cover atau kita telusuri adalah sekitar 24 nautical mile.

“Sementara itu, tim lainnya juga melakukan pencarian ke arah utara dengan cakupan wilayah yang berbeda. Kedua, tim dua perahu bergerak menuju utara dengan cakupan Pulau Sao, kemudian Pulau Wai, dengan cover-an ku­rang lebih 19 nautical mile,” lanjutnya.

Secara keseluruhan, tegas Tri Desyu, area yang telah disisir oleh tim gabungan pada hari keenam operasi mencapai puluhan mil laut. Meski area pencarian terus diperluas dan berbagai metode telah dilakukan, hasil pencarian hingga hari ini masih belum membuahkan hasil.

“Dengan hasil masih nihil, cuaca saat ini bersahabat, dan itu yang bisa kita laporkan di lokasi kejadian. Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan harapan korban segera ditemukan,” tutupnya. (*)