BERITA UTAMA

Adu Mulut Berujung Maut, Fahmi Tewas Ditikam Belati Kerabat Sendiri, Dipicu Perselisihan Pembagian Jadwal Jaga Malam Proyek

×

Adu Mulut Berujung Maut, Fahmi Tewas Ditikam Belati Kerabat Sendiri, Dipicu Perselisihan Pembagian Jadwal Jaga Malam Proyek

Sebarkan artikel ini
PENIKAMAN— Pelaku MAP yang tega menikam kerabatnya hingga tewas, diamankan Tim Satreskrim Polresta Padang usai menyerahkan diri. Sementara itu di rumah korban, Polisi melakukan olah TKP.

PADANG, METROTragedi berdarah yang merenggut satu nyawa di kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa siang (28/4). Mirisnya, tragedi itu dipicu hanya gergara masalah sepele yaitu perselisihan pembagian jadwal jaga malam di sebuah proyek pembangunan.

Parahnya lagi, perselisihan korban bernama Fahmi (50) dengan pelaku MAP (32) yang masih memiliki hubungan kekerabatan, sempat dimediasi oleh Bhabinsa setempat. Namun setelah dimediasi, ternyata perselisihan mereka masih berlanjut.

Puncaknya, sekitar pukul 12.15 WIB, pelaku MAP mendatangi rumah korban di Jalan Gu­run Panjang, Kampung Jam­­bak, Gunung Sarik, Ke­camatan Kuranji. Pelaku dan korban kembali terlibat cekcok hingga pelaku MAP yang emosinya sudah me­mun­cak, mengeluarkan pi­sau yang diselipkannya di pinggang­nya.

Korban Fahmi yang merasa terancam, sempat berusaha menyelamatkan dirinya dengan berlari men­jauh dari pelaku. Tapi nahas, korban tersandung kursi hingga terjatuh. Kondisi itu dimanfaatkan pelaku MAP  dan langsung menusukkan belatinya ke perut korban hingga korban terkapar bersimbah darah.

Keluarga yang melihat kejadian itu, langsung mem­berikan pertolongan kepada korban dengan memba­wanya ke Rumah Sakit Sitirahmah. Sayangnya akibat pendarahan hebat yang dialaminya, nyawa korban tak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Pascakejadian, Tim Pol­sek Kuranji bersama Inafis Satreskrim Polresta Pa­dang langsung mendatangi lokasi penusukan untuk melakukan olah TKP. Lokasi itu  kemudian dipasangi police line dan beberapa saksi-saksi dimintai keterangan oleh Polisi.

Baca Juga  Semarak Puncak Honda Bikers Day 2025, Puluhan Ribu Bikers akan Kunjungi Garut

Sedangkan pelaku MAP­ yang sempat berniat melarikan diri, akhirnya bersedia menyerahkan dirinya berkat upaya persuasif yang dilakukan Pol­sek Kuranji bersama Satreskrim Polresta Padang dengan mendatangi pihak keluarga pelaku. Sekitar pukul 22.00 WIB, keluarga menyerahkan pelaku ke Polisi berikut dengan pisau yang digunakan untuk meng­habisi nyawa korban.

Kasubnit Opsnal Satreskrim Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana membenarkan adanya penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya satu nyaw di Kuranju. Menurutnya, pertikaian dipicu persoalan sepele yang berkaitan dengan aktivitas jaga malam dan pekerjaan proyek di lingkungan setempat.

“Awalnya terjadi adu mulut antara pelaku dan korban. Situasi memanas hingga pelaku mengeluarkan pisau dan melakukan penusukan ke arah perut korban,” ujar Ipda Ryan kepada wartawan, Rabu (29/4).

Dijelaskan Ipda Ryan, berdasarkan keterangan saksi, korban sempat berusaha menghindar dan me­larikan diri. Namun saat berlari, ia tersandung kursi dan terjatuh, sehingga memberi kesempatan bagi pelaku untuk melancarkan serangan.

“Setelah sempat bangkit, korban kembali terjatuh sekitar 10 meter dari lokasi awal akibat luka serius yang dideritanya. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Siti Rahmah oleh pihak keluarga. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.30 WIB setelah mendapatkan penanganan medis,” jelas Ipda Ryan.

Baca Juga  Kajari Padang Koswara Raih Gelar Doktor

Ipda Ryan menuturkan, usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri. Aparat kepolisian dari Polsek Ku­ranji bersama Satreskrim Polresta Padang segera melakukan langkah persuasif dengan mendatangi pihak keluarga pelaku. Pelaku pun mau menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan per­buatannya.

“Pelaku telah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polresta Pa­dang. Sementara dari pengakuan awal, pelaku mengaku tidak menyangka tindakannya akan berujung pada kematian korban. Kami masih terus mendala­mi motif dan kronologi lengkap kejadian tersebut,” tegas dia.

Selain itu, kata Ipda Ryan, kasus ini telah tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/26/IV/2026/SPKT/Polsek Kuranji/Polresta Padang/Polda Sumatera Barat, dengan dugaan tindak pidana pengania­yaan berat yang mengakibatkan meninggal dunia.

“Saat ini, penanganan kasus telah dilimpahkan ke Polsek Kuranji sesuai dengan wilayah hukum tempat kejadian perkara. Tim ma­sih terus melakukan pe­nyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa ter­sebut­ dengan melakukan olah tempat kejadian per­kara serta visum terhadap korban di Rumah Sakit Bhayangkara Padang,” pung­kasnya. (ped)