METRO PADANG

Kolaborasi PT Semen Padang, ITB, dan Unand, Pulihkan Ekonomi Warga Huntap Kampung Talang melalui Pertanian Regeneratif

×

Kolaborasi PT Semen Padang, ITB, dan Unand, Pulihkan Ekonomi Warga Huntap Kampung Talang melalui Pertanian Regeneratif

Sebarkan artikel ini
PENGABDIAN MASYARAKAT— PT Semen Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi ITB bersama Universitas Andalas (Unand), yang dilaksanakan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto, Senin (20/4/2026).

PADANG, METROPT Semen Padang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Andalas (Unand), yang dilaksanakan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kampung Talang, RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto, Senin (20/4).

Mengusung tema “Penerapan Teknologi Pertanian Regeneratif dan Terintegrasi dalam Model Pemulihan Ekonomi Pascabencana Berbasis Kebun Komunitas”, program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi warga melalui pendekatan pertanian berkelanjutan yang adaptif terhadap keterbatasan lahan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat ITB, Ramadhani Eka Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari intervensi sebelumnya yang difokuskan pada penyediaan Hunian Sementara dan Layak (Hunsela) atas penugasan dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Seiring dengan stabilnya kondisi pascabencana, fokus program kini diarahkan pada penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Setelah fase tanggap darurat dan penyediaan hunian, kini tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan. Kami memilih pendekatan ekonomi berbasis sistem pertanian terpadu, yang tidak hanya produktif tetapi juga ramah lingkungan,” ujar Ramadhani.

Ia menambahkan, program ini tidak berhenti pada pelatihan jangka pendek, melainkan dirancang sebagai pendampi­ngan berkelanjutan hingga November 2026. Selama periode tersebut, tim ITB akan secara aktif memantau perkembangan implementasi di lapangan.

“Pelatihan memang dilaksanakan selama dua hari, namun pendampi­ngan akan terus berjalan. Harapannya, ini dapat menjadi katalis peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam mengelola sumber daya yang ada menjadi nilai ekonomi,” lanjutnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Padang Motivasi Kafilah di MTQ XXXIX, Pemko harus Berikan Bonus

Beragam materi pelatihan diberikan kepada warga, mulai dari teknik hidroponik sebagai solusi pertanian di lahan terbatas, budidaya lebah galo-galo (Trigona), hingga distribusi bibit tanaman pro­duktif seperti kelapa dan durian. Konsep yang diusung menekankan bahwa pekarangan rumah dapat dioptimalkan sebagai “kulkas hidup” yang menyediakan kebutuhan pangan secara mandiri.

Ramadhani Eka Putra juga mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas dukungan konkret melalui penyediaan pupuk organik berbasis maggot atau kasgot, yang dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas media tanam sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingku­ngan (TJSL) dalam mendukung pemulihan ma­syarakat.

“Sebagai bagian dari ekosistem sosial di Suma­tera Barat, PT Semen Padang memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam mempercepat pe­mulihan ekonomi ma­sya­rakat terdampak bencana. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kontribusi kami dalam penguatan kapasitas dan kemandirian warga,” ujarnya.

Senada dengan itu, Staf TJSL PT Semen Padang, Fajar Rahmadoni, menambahkan bahwa dukungan perusahaan tidak hanya terbatas pada bantuan material, tetapi juga bagian dari upaya mendorong praktik pertanian berkelanjutan di tingkat komunitas.

Baca Juga  Konversi Bank Nagari ke Bank Syariah

“Kami memberikan ban­tuan pupuk kasgot yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik berbasis maggot. Ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mengedukasi masya­rakat tentang pengelolaan limbah yang bernilai eko­nomis,” jelasnya.

Kepala Departemen Biologi FMIPA Universitas Andalas, Henny Herwina, menekankan pentingnya keberlanjutan aktivitas eko­nomi di tengah ma­syarakat pascabencana.

Ia mengapresiasi ke­terlibatan berbagai pihak dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif.

“Perekonomian ma­sya­rakat harus terus berjalan. Program ini dirancang agar efektif dan mu­dah diterapkan, mulai dari budidaya galo-galo, peternakan ayam, hingga sistem hidroponik. Kami bersyukur ada kolaborasi yang kuat untuk mendampingi masyarakat,” ungkapnya.

Antusiasme masya­ra­kat terlihat dari partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung. Salah seorang perwakilan warga, Ema, mengaku mendapatkan wawasan baru yang membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga.

“Kami sangat senang karena mendapatkan pe­ngetahuan baru. Harapannya, ini bisa kami kembangkan untuk menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Selain ITB dan Unand, program ini juga menda­pat dukungan dari sejumlah lembaga lainnya, memperkuat pendekatan kola­boratif dalam mendorong pemulihan berbasis komunitas.

Dengan sinergi yang terbangun, kawasan Hun­tap Kampung Talang diharapkan tidak hanya menjadi simbol relokasi pascabencana, tetapi juga model pengembangan eko­nomi mandiri berbasis pertanian regeneratif di wilayah perkotaan. (ren/rel)