METRO PADANG

Andre Rosiade Hadiri Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Bersama Presiden Prabowo

×

Andre Rosiade Hadiri Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Bersama Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
GROUNDBREAKING 13 PROYEK HILIRISASI— Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menghadiri groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II bersama Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah mempercepat transformasi industri nasional berbasis nilai tambah, Rabu (29/4/2026).

JATENG, METROWakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menghadiri groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II bersama Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah mempercepat transformasi industri nasional berbasis nilai tambah, Rabu (29/4/2026).

Kehadiran Andre dalam agenda tersebut menegaskan komitmennya mengawal pembangunan nasional yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahte­raan masyarakat.

Andre Rosiade me­nyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah da­lam mempercepat hilirisasi industri nasional melalui pembangunan 13 proyek strategis lintas sektor ter­sebut. Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mendorong penguatan struktur ekonomi nasional berbasis nilai tambah di dalam negeri.

“Program hilirisasi ini sangat penting untuk memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak lagi hanya diekspor dalam bentuk mentah, tetapi diolah di dalam negeri sehingga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra.

Andre menambahkan, proyek-proyek hilirisasi tahap II juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. “Kami di DPR tentu mendukung penuh langkah pemerintah dalam mempercepat hilirisasi karena dampaknya sangat besar terhadap peningkatan investasi, pen­ciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pemba­ngunan,” katanya Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Baca Juga  Dishub Respon Aspirasi Warga Jalan Khatib Ditambah Satu Belokan Lagi

Andre juga menegaskan bahwa hilirisasi merupakan strategi jangka panjang yang sangat menentukan kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan. Menurutnya, keberhasilan hilirisasi akan memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. “Ini adalah langkah strategis menuju kemandirian ekonomi nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara industri yang berdaulat,” tegasnya.

Kegiatan groundbreaking dilaksanakan di Refinery Unit IV Cilacap, Cilacap, Jawa Tengah. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan doa bersama sebagai harapan atas kelancaran serta keberhasilan seluruh pro­yek yang akan dikerjakan. Setelah itu, peserta mengikuti penayangan video mengenai rencana dan cakupan proyek hili­risasi tahap II yang akan dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa hili­risasi merupakan kunci utama untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Menurutnya, langkah hilirisasi menjadi bagian penting dari strategi kebangkitan ekonomi Indonesia agar mampu bersaing secara global.

Presiden menyampaikan bahwa groundbreaking tahap kedua mencakup 13 proyek strategis hilirisasi dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun. Proyek tersebut meliputi lima proyek sektor energi, lima proyek sektor mineral, dan tiga proyek sektor pertanian yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga  Ketua DPRD Sidak ke Puskemas Bungtekab, Pelayanan tak Maksimal, Nakes Belum Terima Insentif

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani dalam laporannya menjelaskan bahwa proyek hilirisasi tahap II merupakan kelanjutan dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional. Ia menegaskan pengolahan aset negara menjadi katalisator transformasi ekonomi nasional sekaligus investasi jangka panjang yang manfaatnya diharapkan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Sebanyak 13 proyek hilirisasi tahap II tersebut mencakup pembangunan fasilitas kilang gasoline di Dumai dan Cilacap, pembangunan tangki operasional BBM di Palaran, Biak, dan Maumere, pengembangan fasilitas produksi DME di Tanjung Enim, pengembangan manufaktur baja nirkarat di Morowali, pembangunan fasilitas produksi slab baja karbon di Cilego.

Selanjutnya pengembangan ekosistem aspal Buton di Karawang, hilirisasi tembaga dan emas di Gresik, pengolahan sawit menjadi oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei, pengolahan pala menjadi oleoresin di Maluku Tengah, serta pembangunan fasilitas terpadu kelapa menghasilkan MCT, coconut flour, dan activated carbon di Maluku Tengah.

Groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian ekonomi berbasis sumber daya alam yang diolah di dalam negeri sekaligus mempercepat langkah menuju negara industri yang berdaya saing global. (*)