SOLOK/SOLSEL

Uji Publik Dukcapil, Langkah Bersama Atasi Tantangan Administrasi Kependudukan di Solsel

×

Uji Publik Dukcapil, Langkah Bersama Atasi Tantangan Administrasi Kependudukan di Solsel

Sebarkan artikel ini
FORUM SOSIALISASI— Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi menghadir Forum Sosialisasi dan Uji Publik Standar Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang digelar Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pada Kamis, (18/9) di Hotel Pesona Alam Sangir.

SOLSEL, METRO–Masalah administrasi kependudukan di Solok Selatan kembali mendapat perhatian serius. Berbagai persoalan seperti anak berkewarganegaraan ganda, pernikahan di bawah umur yang belum tercatat, serta praktik kawin-cerai siri dan buku nikah palsu, masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama.

Persoalan ini dibahas dalam forum Sosialisasi dan Uji Publik Standar Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang digelar Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pada Kamis, (18/9) di Hotel Pesona Alam Sangir.

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan penting untuk mencari solusi yang tepat dalam mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga  1.000 Hafidz Wujudkan Serambi Madinah

“Forum ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk bersama-sama mencari jalan keluar terbaik bagi permasalahan administrasi yang ada,” ujarnya.

Kepala Dinas Dukcapil Solok Selatan, Hamudis, menyampaikan data terkait masih banyaknya pernikahan dan perceraian yang belum tercatat resmi, yakni 27.928 per­kawinan dan 1.390 perceraian.

“Kami berharap forum ini dapat menjadi wadah untuk mendengar masukan, kritik, dan saran dari berbagai pihak agar layanan kependudukan bisa semakin baik,” kata Hamudis.

Ia juga menekankan bahwa penanganan masalah administrasi kependudukan mem­butuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari KUA, Pengadilan Agama, hingga organisasi adat dan sosial.

Baca Juga  Dukung Transisi Energi, Kapolres Solok Akui Keunggulan Mobil Listrik

Forum ini dihadiri oleh Forkopimda, Sekdakab Syamsurizaldi, Kepala Pengadilan Agama Muara Labuh, para wali nagari, camat, serta organisasi sosial dan keagamaan. Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Sumatera Barat, Nurudin, juga hadir sebagai narasumber. (jef)