MOMENTUM peringatan Hari Jadi ke-357 Kota Padang, tahun 2026, diisi dengan serangkaian agenda. Salah satunya, Sidang Paripurna Istimewa, sekaligus menyerahkan 12 penghargaan untuk 12 Tokoh Masyarakat yang telah memberikan pengabdian tiada henti dan kontribusi untuk kemajuan kota.
Salah satu sosok yang turut menarik perhatian adalah seorang Pembina Anak Jalanan (Anjal) yang sejak “mudo matah” fokus mengabdikan dirinya di bidang yang kemudian melambungkan namanya. Tanpa diduga, dirinya dianugerahi penghargaan oleh Pemko Padang sebagai Tokoh Masyarakat di Bidang Sosial,
“Saya sangat terkejut ketika dikabari menerima Penghargaan dari Pemko Padang untuk kategori Tokoh Bidang Sosial, sejalan dengan peringatan hari jadi kota,” kata sosok yang akrab disapa Buya ini, walau sesungguhnya Ia juga aktivis di bidang kepemudaan dan keolahragaan.
Mulanya beliau aktif di Karang Taruna Kota Padang, kemudian didapuk menjadi Sekretaris hingga Ketua. Saat menjadi Ketua Karang Taruna Kota Padang, pernah membuat gebrakan yang menyentak dan menghadirkan perbincangan masyarakat.
Program Masak Sakampuang dikemasnya dengan Padang TV dan Pemko Padang. Program tersebut berupa gotong-royong warga secara besar-besaran. Dilaksanakan di seluruh kecamatan dengan fokus satu program utama dengan menghimpun partisipasi warga dan bantuan pemerintah.
Dari program tersebut, banyak jalan tembus antar wilayah yang dibuka, pengeras jalan, penyelesaian sejumlah masjid yang terbengkalai, penyelesaian fasilitas umum yang sempat terbengkalai dalam waktu lama.
“Semua capai melebihi ekspektasi yang dibayangkan sebelumnya,” kata putra Kuranji, Kota Padang yang diberi amanah memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang. Ia dipilih secara aklamasi untuk periode 2021-2026, menggantikan Mahyeldi.
Zulhardi bukan orang baru di PMI, beliau sudah berkecimpung menjadi relawan di organisasi ini sejak masa PMR di sekolah Korps Sukarela maupun Tenaga Sukarela PMI hingga menjabat sebagai Pengurus Ketua Bidang PMI sebelum menjadi Ketua.
Aktivitas sosialnya itu pula yang mengantarkannya menjadi anggota DPRD Padang, dua periode. Beliau membawa semangat di mana; PMI adalah separuh nafasnya. Di bawah kepemimpinannya pula, PMI Kota Padang terus bergerak dan berjalan sangat baik, aktif, dan responsif.
Capaian capaian utama di antaranya Penguatan Donor Darah & UDD, dimana layanan donor darah ditingkatkan dengan jumlah pendonor aktif naik + stok darah untuk RS dijaga stabil. PMI Kota Padang bahkan jadi unit terbaik di Sumbar karena sudah dapat sertifikat CPOB/Cara Pembuatan Obat yang Baik.
Pada bidang bencana, Buya juga melakukan respons bencana cepat & terukur, PMI Kota Padang sigap dalam penanganan banjir, longsor, kebakaran. Relawan turun sebelum status TDB ditetapkan dan bertahan hingga pasca-bencana.
Di bawah arahan Zulhardi Z Latif, PMI Kota Padang bergerak dari tanggap darurat sampai ke fase pemulihan. Baginya, PMI hadir tidak hanya saat tanggap darurat, tapi mengawal hingga fase pemulihan”. Dari air bersih, logistik, layanan kesehatan, promosi kesehatan, promosi kebersihan sampai psikososial + pembersihan lumpur, semua dikawal langsung.(*)






