METRO SUMBAR

Bupati Eka Putra: September, Ada Dua Agenda Besar di Tanah Datar

×

Bupati Eka Putra: September, Ada Dua Agenda Besar di Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
PERTEMUAN—Bupati Tanahdatar Eka Putra usai melakukan pertemuan dengan Menteri PU dan COO Danantara di Jakarta, Kamis (6/8).

TANAHDATAR, METROBupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria bahwa seluruh persiapan pembangu­nan Sekolah Rakyat (SR) di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, telah rampung dan siap memasuki tahap pelaksanaan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Eka Putra usai melakukan pertemuan de­ngan Menteri PU dan COO Danantara di Jakarta, Kamis (6/8).

“Insya Allah pada September 2026 nanti ada dua agenda besar yang akan kita laksanakan, yaitu pe­res­mian Hunian Tetap (Hun­tap) di Rambatan se­ba­nyak 79 unit dan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjung Alam,” ujar Eka Putra.

Bupati menjelaskan, pem­bangunan Huntap di Ke­camatan Rambatan me­ru­pakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang didukung Danantara dan dikerjakan oleh PT Nindya Karya. Menurutnya, kualitas pembangunan huntap men­da­pat apresiasi dari ber­­bagai pihak karena dini­lai kokoh, tertata, dan mem­­be­rikan kenyamanan bagi masyarakat.

Senada dengan itu, Di­rektur Utama PT Nindya Karya Firmansyah menyebut pembangunan Huntap Tanah Datar dilakukan de­ngan standar konstruksi yang baik sehingga diharapkan mampu memberikan hunian yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak bencana.

Baca Juga  Andre Rosiade: Mahyeldi-Vasko Cocok Pimpin Sumbar, Punya Jaringan dan Akses Kuat di Pusat

Selain membahas Huntap, pertemuan tersebut juga membahas kesiapan pembangunan Sekolah Rak­yat di Tanjung Alam. Bu­pati menyampaikan, lo­kasi pembangunan seluas sekitar 23 hektare telah selesai dipersiapkan. Lahan tersebut merupakan hibah dari keluarga besar COO Danantara Dony Oskaria kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

Menurut Bupati Eka Putra, Sekolah Rakyat Tanjung Alam dirancang memiliki kapasitas hingga 3.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Kehadiran sekolah tersebut diyakini tidak hanya meningkatkan akses pen­­didikan bagi ma­sya­ra­kat kurang mampu, tetapi juga memberikan dampak eko­nomi yang besar bagi masyarakat sekitar.

“Keberadaan Sekolah Rakyat akan mendorong tumbuhnya aktivitas eko­no­mi masyarakat. Kebutuhan pangan, seperti beras, telur, daging, ayam, sayuran, hingga berbagai layanan pendukung lainnya akan meningkat seiring beroperasinya sekolah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, peserta didik Sekolah Rakyat diprioritaskan berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau 20 persen kelompok masyarakat de­ngan tingkat ekonomi terbawah berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan harapan anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

Baca Juga  Hanya Salurkan Bantuan Sapi Kurban Sekali Setahun, Walnag: PT AWB Dinilai Tidak Serius Jalankan Amanah UU Tanggung Jawab Sosial Lingkup Perusahaan

Bupati juga optimistis ke­beradaan Sekolah Rak­yat akan memberikan multiplier effect terhadap pere­ko­nomian daerah. Aktivitas kunjungan orang tua maupun kebutuhan operasional sekolah diperkirakan akan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Tanjung Alam.

Eka Putra menegaskan, proses pematangan lahan te­lah selesai sehingga pem­­bangunan fisik siap dimulai melalui groundbreaking yang dijadwalkan pada September 2026. Dengan kapasitas mencapai 3.000 siswa, Sekolah Rakyat Tanjung Alam diproyeksikan menjadi Sekolah Rak­yat terbesar di Indonesia.

Sebagai informasi, pa­da tahun ajaran 2026/2027, pemerintah telah meng­ope­­rasikan 182 Sekolah Rak­yat di berbagai daerah dengan jumlah peserta didik sekitar 45 ribu siswa. Pemerintah juga menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi ma­sya­rakat kurang mampu. (ant)