SAWAHLUNTO, METRO— Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto menerapkan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara daring selama dua hari, pada Jumat (28/8) hingga Sabtu (29/8). Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dapat mengganggu kesehatan maÂsyarakat setempat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril, kepada RRI mengatakan kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISÂPU) yang diterima dari UPTD Laboratorium LingÂkungan Kota Sawahlunto . Hasil pengukuran menunjukkan nilai ISPU mencapai 132 atau berada pada kategori tidak sehat.
Asril mengatakan kondisi tersebut menjadi pertimbangan pihaknya untuk mengambil langkah pencegahan dengan mengalihkan PBM secara daring selama dua hari. Kebijakan itu diberlakukan mulai 28 Agustus 2026 hingga Sabtu untuk jenjang PAUD, TK, SD, dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Sementara itu kata Asril, pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat tetap mengikuti pembelajaran secara tatap muka di seÂkolah. Namun, para siswa diwajibkan menggunakan masker selama berada di sekolah dan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan di luar ruangan. “Hal terÂsebut dilakukan sesuai Surat Edaran Wali Kota Sawahlunto tertanggal hari ini tentang Penyelenggaraan Proses Pembelajaran Pada Kondisi Kabut Asap Di Lingkungan Pemerintah Kota SawahÂlunto, “ ucapnya.
Asril menjelaskan peÂnerapan pembelajaran daring akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara. Evaluasi tersebut dijadwalkan pada Minggu (30/8).
Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih terdampak kabut asap. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta mengÂÂgunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih, serta tidak melakukan pembakaran sampah di lingkungan setempat. (pin)






