METRO SUMBAR

Semangat Badunsanak, IKKB Bonjol Perkuat Silaturahmi Bersama Rano Karno

×

Semangat Badunsanak, IKKB Bonjol Perkuat Silaturahmi Bersama Rano Karno

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA—Ikatan Keluarga Kecamatan Bonjol (IKKB) Jabodetabek usai menggelar silaturahmi bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno foto bersama,

PASAMAN, METRO— Ikatan Keluarga Kecamatan Bonjol (IKKB) Jabodetabek menggelar silaturahmi bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (23/8). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar masya­rakat Bonjol di perantauan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dengan Rano Karno yang memiliki hubungan keluarga dan garis keturunan dari Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Da­lam sambutannya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ra­no Karno mengajak masya­rakat asal Bonjol yang berada di Jakarta untuk terus menjaga kekeluargaan, persaudaraan, serta hu­bungan dengan kampung halaman.

Menurut Rano Karno, Jakarta merupakan kota yang menjadi rumah bagi masyarakat dari berbagai daerah. Keberagaman ter­sebut menjadi kekuatan dalam membangun kota melalui semangat kebersamaan. “Jakarta menjadi tempat untuk bertemu, berkarya, dan membangun masa depan. Namun, di tengah kesibukan merantau, jangan pernah lupa pada akar dan kampung halaman,” ujar Rano Karno.

Ia berharap masya­ra­kat Bonjol di Jakarta dapat terus menjaga hubungan antarsesama perantau ser­ta mempertahankan nilai-nilai kekeluargaan yang menjadi bagian penting dari budaya Minangkabau.

Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Dalimunthe mengapresiasi kegiatan silaturahmi yang digelar IKKB tersebut. Menurutnya, keberadaan masya­rakat Bonjol di perantauan me­miliki peran penting dalam menjaga nama baik daerah sekaligus memberikan kontribusi bagi lingkungan tempat mereka berdomisili. “Kami sangat mengapresiasi perantau Bonjol Jabodetabek yang selalu aktif menghimpun dan menggerakkan berbagai kegiatan masyarakat. Di mana pun berada, kita harus menjunjung prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, namun jangan pernah melupakan daerah asal, Bonjol dan Pasaman,” kata Parulian.

Baca Juga  Camat Pariaman U­tara Apresiasi Pilkades Serentak 2022

Ia juga mendorong ma­sya­rakat Bonjol di Jakarta untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Ja­karta, serta tetap menjaga hubungan dengan pemerintah dan masyarakat di kampung halaman.

Sementara itu, Rusydan, ST., MM., CHRS., Dt. Mangkudun, yang hadir mewakili Ketua LKAAM Kabupaten Pasaman, menilai silaturahmi tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus nilai-nilai adat Minangkabau antara masyarakat di kampung dan para perantau. “Yang paling utama adalah menjaga silaturahmi dan nilai-nilai adat serta kekeluargaan agar tetap kuat, baik di kampung maupun di rantau,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Bonjol perantauan Jabodetabek, Rama Elsafer, mengatakan pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat rasa persaudaraan masyarakat Bonjol yang berada di kampung halaman maupun di rantau. “Pertemuan ini memiliki makna yang sangat baik bagi masyarakat Bonjol. Selain mempererat silaturahmi, kita juga dapat memperkuat hubungan emosional dengan kampung halaman serta menjaga semangat badunsanak di tengah kehidupan masyarakat perantauan,” ungkap Rama.

Baca Juga  Agen Togel Diciduk di Warung Kopi

Ketua IKKB Jabodetabek Desmawita menambahkan, ikatan emosional antara masyarakat Bonjol di rantau dan kampung halaman merupakan modal penting untuk menjaga silaturahmi lintas generasi. “Melalui organisasi ke­ke­luargaan, hubungan an­tar­sesama perantau dapat terus dipelihara sekaligus menjadi sarana untuk saling membantu dan men­dukung masyarakat,” katanya.

Ia menilai kegiatan seperti ini juga memiliki nilai edukatif bagi generasi mu­da Bonjol di perantauan. Mereka dapat mengenal lebih dekat sejarah keluarga, adat Minangkabau, ser­ta asal-usul kampung halaman. Dengan demikian, hubungan dengan Bonjol tidak hanya dipandang sebagai hubungan ge­ogra­fis, tetapi juga sebagai ikatan budaya, sejarah, dan kekeluargaan yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (ped/rel)