METRO PADANG

Pabrik Indarung I Bakal Disulap Jadi Ruang Publik, Ada Amfiteater di Bekas Kolam Pabrik!

×

Pabrik Indarung I Bakal Disulap Jadi Ruang Publik, Ada Amfiteater di Bekas Kolam Pabrik!

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI PABRIK INDARUNG I— Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan Agus Widiatmoko mengunjungi kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan cagar budaya nasional itu, sekaligus membahas rencana revitalisasi bekas fasilitas industri semen yang memiliki nilai penting dalam sejarah perkembangan industri semen nasional.

PADANG, METROCagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I PT Semen Padang memasuki babak baru dalam upaya pemanfaatan kawasan bersejarah sebagai ruang publik dan pusat aktivitas kebudayaan. Hal tersebut disampaikan saat Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan Agus Widiatmoko mengunjungi kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang, Jumat (4/9/2026).

Kedatangan Agus Widiatmoko bersama rombongan disambut Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino dan Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang Idris. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan cagar budaya nasional itu, sekaligus membahas rencana revitalisasi bekas fasilitas industri semen yang memiliki nilai penting dalam sejarah perkembangan industri semen nasional.

Agus mengatakan, Kementerian Kebudayaan dalam waktu dekat akan mendorong pelaksanaan revitalisasi kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang. Revitalisasi tidak semata diarahkan untuk mempertahankan bangunan dan elemen bersejarah yang ada, tetapi juga menghadirkan fungsi baru yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Yang dulunya industri atau pabrik semen, kita dari Kementerian Kebudayaan dalam waktu dekat akan melakukan revitalisasi bekas pabrik semen ini. Salah satu dari tempat ini mau kita jadikan ruang publik,” kata Agus.

Menurutnya, konsep ruang publik yang disiapkan di kawasan tersebut akan diarahkan sebagai ruang untuk aktivasi budaya, pusat kreativitas dan kreasi, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan kebudayaan.

Konsep tersebut memungkinkan sejumlah bagian dari kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang yang sudah tidak lagi digunakan untuk fungsi industri mendapatkan kehidupan baru tanpa menghilangkan karakter dan nilai sejarahnya.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengubah area kolam yang berada di kawasan tersebut menjadi amfiteater. Ruang tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni dan kebudayaan, termasuk pertunjukan seni serta aktivitas kebudayaan ma­syarakat.

“Yang ini kan ada kolam. Nah, kita sulap, kita ubah menjadi sebuah amfiteater. Karena juga sudah tidak berfungsi lagi, kita jadikan amfiteater. Nanti digunakan untuk pertunjukan seni dan kegiatan-kegiatan berkebudayaan ma­syarakat,” ujarnya.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan revitalisasi yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan melalui aktivitas masyarakat. Dengan de­mikian, kawasan cagar budaya tidak berhenti sebagai objek sejarah yang hanya dilihat atau dikunjungi, melainkan berkembang menjadi ruang interaksi dan aktivitas kebudayaan.

Baca Juga  104 Kelurahan Rampungkan Pembentukan Koperasi Merah Putih

Agus menegaskan, setelah proses revitalisasi berjalan, kawasan tersebut direncanakan dapat dibuka secara luas untuk ma­syarakat. Kehadiran ruang publik di kawasan Pabrik Indarung I PT Semen Padang diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus berinteraksi dengan wa­risan budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan industri di Sumatera Barat.

“Ini nanti akan dibuka secara luas untuk masya­rakat. Kalau sudah kita buka secara luas sebagai ruang publik, sebagai tempat kreativitas berkebudayaan, tentu akses masyarakat luas dan kita memberi manfaat bekas pabrik ini,” katanya.

Ia menilai, pemanfaatan kembali kawasan bekas pabrik menjadi pusat aktivitas budaya merupakan salah satu cara untuk memastikan keberadaan cagar budaya tetap relevan dengan kebutuhan ma­syarakat masa kini.

Menurut Agus, sebuah kawasan bersejarah tidak cukup hanya dipertahankan secara fisik. Keberlanjutan pemanfaatan dan pengelolaan menjadi faktor penting agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Artinya pabrik yang sudah tidak berfungsi, kalau digunakan, direvitalisasi, diubah penggunaannya sebagai pusat aktivitas budaya,” ujarnya.

Rencana revitalisasi Pabrik Indarung I PT Semen Padang tersebut juga tidak terlepas dari visi jangka panjang untuk memperkuat posisi kawasan sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai penting, termasuk peluang menuju pengakuan di tingkat internasional.

Ketika ditanya mengenai dukungan revitalisasi terhadap rencana menjadikan kawasan tersebut sebagai bagian dari wa­risan budaya dunia UNESCO, Agus mengatakan proses menuju pengakuan tersebut membutuhkan perjalanan yang panjang. Menurutnya, pengalaman Sawahlunto dengan Tambang Batu Bara Ombilin yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO menunjukkan bahwa proses tersebut membutuhkan tahapan dan komitmen berkelanjutan.

“Seperti halnya Sawahlunto, Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sudah menjadi warisan budaya dunia. Menjadi wa­risan ini juga butuh proses panjang, dan yang terpenting adalah kelanjutannya,” katanya.

Agus menekankan, tantangan tidak berhenti se­telah sebuah kawasan memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya dunia. Pengelolaan kawasan, keberlanjutan program, serta bagaimana warisan tersebut terus memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak awal.

Baca Juga  Rambu di Simpang Presiden bikin Bingung, Dian: Rekayasanya sudah Sempurna, Tolong Patuhi!

Karena itu, sebelum berbicara lebih jauh mengenai pengakuan internasional, pemerintah bersama pemangku kepentingan dinilai perlu memastikan kawasan Pabrik Indarung I memiliki aktivitas yang hidup dan berkelanjutan.

“Nah, setelah menjadi warisan dunia itu manajemennya bagaimana. Makanya kita sebelum menuju ke sana, kita aktivasi dulu sebagai pusat-pusat berkebudayaan,” ujar Agus.

Rencana tersebut membuka peluang bagi Pabrik Indarung I PT Semen Padang untuk menjalankan fungsi baru sebagai ruang yang mempertemukan sejarah industri, pelestarian warisan budaya, kreativitas, dan aktivitas masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyampaikan apresiasi atas kunjungan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan bersama rombongan ke kawasan Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I.

Menurut Win, kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat perhatian terhadap keberadaan Pabrik Indarung I sebagai salah satu aset warisan sejarah yang memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi PT Semen Padang, tetapi juga bagi Kota Padang, Sumatera Barat, dan perjalanan industri nasional.

“Kami mengapresiasi kunjungan Direktur Wa­risan Budaya Kementerian Kebudayaan ke Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I. Kunjungan ini semakin mengukuhkan keberadaan Pabrik Indarung I sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan warisan budaya yang penting,” ujar Win.

Menurut Win, Pabrik Indarung I memiliki perjalanan sejarah yang panjang dalam perkemba­ngan industri semen nasional. Keberadaan kawasan tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah PT Semen Padang sebagai perusahaan semen tertua di Indonesia dan salah satu bagian penting dalam perjalanan industrialisasi di Tanah Air.

“Yang terpenting adalah bagaimana nilai sejarah kawasan ini tetap terjaga, sementara pada saat yang sama kawasan tersebut dapat memiliki fungsi baru yang memberikan manfaat bagi masya­ra­kat,” katanya.

Bagi PT Semen Padang, kawasan Pabrik Indarung I memiliki posisi strategis dalam perjalanan panjang perusahaan. Pabrik tersebut menjadi bagian penting dari sejarah industri semen di Indonesia sekaligus me­representasikan perjalanan panjang keberadaan PT Semen Padang sebagai salah satu perusahaan industri yang tumbuh bersama masyarakat Sumatera Barat. (*)