METRO PADANG

Nagari Mabit Camp 2026 II, Pelajar Sumbar Dibekali Literasi Wakaf dan Perencanaan Haji

×

Nagari Mabit Camp 2026 II, Pelajar Sumbar Dibekali Literasi Wakaf dan Perencanaan Haji

Sebarkan artikel ini
NAGARI MABIT CAMP— Gubernur Sumbar Mahyeldi, bersama Direksi Bank Nagari dan OJK Perwakilan Sumbar, usai membuka Nagari Mabit Camp II Jumat (4/9) malam, di Aula Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

PADANG, METROPT Bank Nagari kembali menggelar Nagari Mabit Camp 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah di Sumatera Barat.

Memasuki penyelenggaraan kedua, Nagari Mabit Camp 2026 mengusung tema “Muda Berwakaf dan Spirit Haji Muda”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (4-5/9), di Aula Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra, Direktur Keuangan Bank Nagari Roni Edrian, Dewan Pengawas Syariah (DPS) Bank Nagari, Kepala OJK Perwakilan Sumbar, Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, KDEKS Sumbar, serta Kanwil Kemenhaj Sumbar.

Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Hafid Dauli mengatakan, Nagari Mabit Camp merupakan program pembinaan pelajar yang dirancang untuk memperkenalkan ekonomi dan keuangan syariah sejak usia sekolah.

Menurut Hafid, program tersebut pertama kali dilaksanakan pada 2025 dengan melibatkan sekitar 180 siswa-siswi dari ber­bagai sekolah di Sumatera Barat.

Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan perdana dan respons positif dari peserta, sekolah, serta o­rang tua, Bank Nagari memutuskan melanjutkan kegiatan tersebut pada 2026.

“Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan pertama serta respons yang kami terima dari peserta, sekolah, dan orang tua, kegiatan ini dilanjutkan pada tahun ini sebagai penyelenggaraan yang kedua,” kata Hafid dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, tema Muda Berwakaf dan Spirit Haji Muda dipilih untuk mendorong generasi muda memahami wakaf dan perencanaan keua­ngan haji sejak dini.

Melalui kegiatan tersebut, pelajar diperkenalkan bahwa wakaf tidak selalu harus dimulai dengan nominal besar. Selain itu, perencanaan tabungan haji juga dinilai akan lebih ringan apabila dilakukan sejak usia muda. “Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan wakaf dan perencanaan keuangan haji kepada pe­lajar sejak usia sekolah,” ujarnya.

Baca Juga  Rocky Gerung: M Iqbal jadi Leader Kota Padang, bukan Dealer

Hafid berharap program tersebut dapat menumbuhkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sekaligus mempersiapkan mereka menjadi bagian dari ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sumatera Barat.

Nagari Mabit Camp 2026 berlangsung dengan konsep peserta menginap di lokasi kegiatan. Peserta mengikuti seluruh rangkaian acara mulai dari registrasi pada Jumat pagi hingga penutupan pada Sabtu sore.

Rangkaian kegiatan dibagi dalam tiga bentuk utama. Pertama, peserta mendapatkan materi dalam 13 sesi. Materi yang diberikan mencakup Gerakan Wakaf Uang Sumatera Barat dan dampaknya terhadap perekonomian, Hari Indonesia Menabung dan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Spirit Haji Muda, produk syariah dan produk digital Bank Nagari, manajemen keua­ngan remaja, etika bergaul dalam Islam, serta pe­ngembangan kemampuan soft skill seperti public speaking dan content creator.

Kedua, peserta me­ngikuti pembinaan keagamaan melalui kegiatan mabit, salat berjamaah, qiyamul lail, hingga tau­siyah subuh. Pembinaan tersebut diarahkan untuk memperkuat karakter takwa dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi kala­ngan remaja.

Ketiga, peserta me­ngikuti kegiatan outbound dengan intensitas ringan atau low impact. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun mental, kemampuan berpikir kreatif (creative thinking), kerja sama tim (team building), serta kolaborasi strategis (strategic collaboration). Pada akhir kegiatan, seluruh peserta akan menda­patkan sertifikat dan apresiasi.

Materi disampaikan narasumber dari Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumatera Barat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, serta narasumber internal PT Bank Nagari.

Baca Juga  Parkir di Jalan, Truk Dikerjai Dishub

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi pelaksanaan Nagari Mabit Camp yang kini memasuki tahun kedua. Menurut Mahyeldi, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga memberikan bekal pengetahuan yang penting bagi pelajar. “Ini sesuatu yang luar biasa. Banyak hal yang ingin dihadirkan kepada adik-adik kita, siswa-siswi yang ada di Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.

Selain materi literasi keuangan, Mahyeldi me­nyoroti pemilihan masjid sebagai lokasi pelaksa­naan Nagari Mabit Camp. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena membiasakan generasi muda beraktivitas di rumah ibadah. “Dengan mereka terbiasa ke masjid dan ada kegiatan Nagari Camp di masjid ini, mudah-mudahan hati mereka terpaut dengan masjid,” ujarnya.

Mahyeldi mengatakan, masjid di Sumatera Barat tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan nilai sosial dan budaya masyarakat.

Mahyeldi juga menekankan pentingnya perhatian terhadap generasi muda karena mereka me­rupakan calon pemimpin yang akan menentukan arah bangsa pada masa mendatang. “Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang. Merekalah nanti yang akan menjadi penentu Indonesia Emas 2045,” tegas Mahyeldi.

Melalui Nagari Mabit Camp 2026, Bank Nagari bersama sejumlah pemangku kepentingan di Sumatera Barat berupaya membangun pemahaman ekonomi dan keuangan syariah sejak usia sekolah, sekaligus mendorong generasi muda agar mulai mempersiapkan masa depan melalui kebiasaan mengelola keuangan, berwakaf, dan merencanakan ibadah haji sejak dini. (rom)