METRO SUMBAR

Lomba Khutbah dan Azan di Masjid Istighfar, Mahyeldi: Bukan Sekadar Cari Juara

×

Lomba Khutbah dan Azan di Masjid Istighfar, Mahyeldi: Bukan Sekadar Cari Juara

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN— Gubernur Mahyeldi memberikan sambutan saat membuka Lomba Khutbah Jumat dan Azan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang yang diselenggarakan Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda, Parak Gadang, Sabtu (22/8).

PADANG, METRO—  Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong Pengurus Masjid Istighfar bersama Musala Baitul Huda terus mengambil peran dalam membina generasi muda, khususnya dalam menyiapkan calon khatib dan muazin.  Menurutnya, kegiatan lomba khutbah Jumat dan azan menjadi salah satu langkah nyata untuk menjawab kebutuhan khatib dan penceramah muda di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Lomba Khutbah Jumat dan Azan tingkat SMA/SMK se-Kota Padang yang diselenggarakan oleh Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Istighfar, Parak Gadang, Ganting, Padang, Sabtu (22/8).

Sebanyak 55 tim pelajar SMA/SMK se-Kota Pa­dang ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung dalam suasana ukhuwah Islamiah tersebut. Mahyeldi mengapresiasi inisiatif pengurus kedua lembaga keagamaan itu karena telah menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berdakwah sekaligus mem­perkuat kecintaan terhadap syiar Islam. “Kegiatan ini bisa menjawab ke­kurangan penceramah, kekurangan khatib. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus kita dukung,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga  Pendidikan Politik Bagi Tokoh Masyarakat, Arkadius: Bentuk Insan Sadar Politik dan Bermoral

Menurutnya, khutbah Jumat memiliki peran pen­ting sebagai sarana edukasi dan pembinaan moral masyarakat. Karena itu, Sumatera Barat membutuhkan lebih banyak khatib muda yang memiliki wawasan luas serta mampu menyampaikan pesan agama secara sejuk dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Kita membutuhkan sosok-sosok khatib muda yang berwawasan luas, menyampaikan dakwah secara sejuk, serta mampu membawa pesan ke­damaian dan kemajuan bagi Ranah Minang,” ka­tanya.

Mahyeldi menegaskan, pembinaan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pengurus masjid dan musala, Kementerian Agama, tokoh agama, sekolah, o­rang tua serta pemerintah daerah perlu bersinergi agar generasi muda memiliki bekal agama dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman.

Kepada para peserta, Mahyeldi berpesan agar lomba diikuti dengan niat yang baik. Ia meminta pe­lajar tidak menjadikan piala dan gelar juara sebagai tujuan utama, tetapi memanfaatkan perlombaan sebagai kesempatan belajar, meningkatkan kepercayaan diri dan mengasah kemampuan menyampaikan pesan kebaikan. “Bulatkan niat karena Allah SWT. Tampilkan kemampuan terbaik, bukan semata-mata demi mengejar juara, melainkan sebagai wujud bakti dan syiar agama,” pesannya.

Baca Juga  Reydonnyzar Moenek Ajak Warga Minang Promosikan Geopark Silokek

Ia berharap kegiatan yang digagas Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda tersebut mampu melahirkan muazin muda yang tidak hanya memiliki kualitas suara, tetapi juga memiliki keikhlasan dalam mengumandangkan panggilan salat. “Melalui lomba ini, kita berharap lahir muazin-muazin berjiwa ikhlas dengan lantunan suara yang menggetarkan hati masyarakat untuk meramaikan rumah Allah,” ujarnya. Mahyeldi kemudian secara resmi membuka lomba dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Masjid Istighfar dan Musala Baitul Huda, panitia, peserta serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda perlombaan. (fan)