METRO SUMBAR

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi Warga Alai Parak Kopi, Banjir dan Masa Depan Generasi Muda jadi Perhatian

×

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi Warga Alai Parak Kopi, Banjir dan Masa Depan Generasi Muda jadi Perhatian

Sebarkan artikel ini
TAMPUNG ASPIRASI—Ketua DPRD Sumbar, Muhidi menampung aspirasi dari warga Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

PADANG, METRO— Persoalan banjir hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya ma­nusia menjadi perhatian Ketua DPRD Provinsi Su­matera Barat, Muhidi, saat bertemu masyarakat da­lam agenda reses di Masjid Mukhlisin, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Pa­dang, Sabtu (22/8).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi ma­syarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi. Sejumlah tokoh masyarakat, bundo kan­duang dan Majelis Taklim turut hadir menyampaikan aspirasi kepada pim­pinan DPRD Sumbar tersebut.

Salah satu persoalan yang cukup banyak disoroti adalah kondisi riol atau saluran air yang dinilai perlu mendapat perhatian. Warga berharap adanya pembenahan saluran tersebut sehingga aliran air lebih lancar dan risiko banjir yang selama ini kerap terjadi dapat dikurangi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Muhidi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda bertemu masyarakat, tetapi menjadi kesempatan untuk me­ngetahui secara langsung kebutuhan warga di daerah pemilihannya.

Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan untuk dikoordinasikan dengan pihak terkait, sehingga program yang nantinya diperjuangkan benar-benar me­nyentuh kebutuhan ma­syarakat.

Baca Juga  Pj Wako Sonny: Tahun Baru Islam Momen untuk Memperbaiki Diri

“Yang paling penting adalah bagaimana kebutuhan masyarakat ini menjadi prioritas dan manfaatnya benar-benar bisa di­rasakan langsung oleh ma­syarakat,” kata Muhidi.

Ia menambahkan, persoalan banjir membutuhkan penanganan yang tepat dan terkoordinasi. Ka­rena itu, aspirasi mengenai perbaikan riol akan menjadi salah satu perhatian untuk dicarikan solusi sesuai kewenangan pemerintah.

Di sisi lain, Muhidi juga mengajak masyarakat ti­dak hanya fokus pada persoalan infrastruktur, tetapi ikut memikirkan masa de­pan generasi muda. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin cepat be­rubah menuntut anak-anak muda memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar ijazah.

Pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM serta peningkatan keterampilan disebut menjadi tiga hal penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman.

“Pembelajaran di se­kolah harus dibekali dengan skill atau keahlian. Kalau tidak, maka siap-siap menjadi pengangguran,” ujarnya.

Muhidi menilai pendidikan berbasis keterampilan menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Generasi muda harus di­persiapkan agar memiliki kemampuan praktis yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja mau­pun membuka peluang usaha sendiri.

Baca Juga  448 Warga Padang Panjang Terima Bantuan Atensi Rp1,09 Miliar

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak menjadikan kondisi e­ko­nomi sebagai alasan untuk menghentikan pendidikan anak.

Menurutnya, pemerintah memiliki berbagai program yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan pendidikan. Karena itu, orang tua diharapkan tetap memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak untuk menempuh pendidikan dan mengembangkan keterampilannya.

“Tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak me­nyekolahkan anak. Walaupun ekonomi sulit, pendidikan anak harus tetap menjadi perhatian,” tegasnya.

Reses tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan masa sidang III Tahun 2025/2026, ketika anggota DPRD Sumbar turun ke daerah pemilihan masing-masing untuk me­nyerap aspirasi mas­ya­rakat.

Melalui pertemuan lang­sung tersebut, Muhidi berharap komunikasi antara wakil rakyat dan ma­syarakat terus terjaga. Aspirasi yang muncul dari bawah diharapkan dapat menjadi dasar dalam mem­perjuangkan program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (rel)