JAKARTA, METRO – Delapan puluh satu tahun Sumatera Barat (Sumbar) bukan sekadar perjalanan panjang sebuah provinsi. Di balik usia itu, ada budaya yang terus diwariskan, alam yang menjadi daya tarik, serta masyarakat yang menjadi wajah keramahan Ranah Minang.
Memasuki momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Sumbar pada 1 Oktober 2026, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan harapan agar kekuatan tersebut terus menjadi pijakan bagi Sumbar untuk tumbuh.
Pesan itu disampaikannya melalui ucapan khusus untuk masyarakat Sumbar. Widiyanti melihat kekuatan budaya, keindahan alam dan keramahan masyarakat sebagai modal penting yang perlu terus dirawat di tengah perkembangan pariwisata.
“Dengan semangat ‘SUMBAR TUMBUH, SUMBAR TANGGUH,’ semoga Sumatera Barat terus maju dengan kekuatan budaya, keindahan alam dan keramahan masyarakatnya,” ujar Widiyanti, Rabu, (30/9/2026).
Bagi sektor pariwisata, pesan tersebut membawa makna yang lebih luas. Pertumbuhan wisata tidak hanya diukur dari semakin banyaknya orang datang, tetapi juga dari bagaimana perjalanan wisata memberi ruang bagi budaya untuk tetap hidup dan masyarakat memperoleh manfaat.
Karena itu, Widiyanti menitipkan harapan agar pariwisata Sumbar berkembang dengan tetap menjaga warisan yang menjadi identitas daerah.
“Pariwisata tumbuh berkualitas, warisan terjaga dan kesejahteraan masyarakat semakin nyata,” katanya.
Harapan itu sejalan dengan wajah Sumbar yang selama ini dikenal melalui kekayaan budaya Minangkabau, tradisi masyarakat, kuliner, seni, hingga bentang alam yang membentang dari kawasan pegunungan sampai pesisir.
Di tengah kekayaan tersebut, masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman wisatawan ketika datang ke Sumbar. Keramahan, tradisi dan kehidupan nagari bukan hanya menjadi latar sebuah perjalanan, tetapi juga bagian dari daya tarik yang membuat sebuah destinasi memiliki cerita.
Pada usia ke-81, ranah Minang pun tidak hanya dihadapkan pada bagaimana mempertahankan apa yang telah dimiliki, tetapi juga bagaimana membawa kekayaan tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat lebih luas.
Pesan Menteri Pariwisata itu kemudian ditutup dengan sapaan yang dekat dengan identitas masyarakat Sumbar. “Selamat hari jadi, Negeri Tuah Sakato,” ucap Widiyanti. **












