SOLOK, METRO— Warga Jorong Koto Panjang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, dihebohkan dengan penemuan janin bayi yang terbungkus jilbab putih dan terkubur di areal pemakaman, pada Selasa (1/9) sekira pukul 17.00 WIB.
Pascaditemukan, Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menggali kuburan yang dalamnya hanya 30 sentimeter tersebut. Saat dicek, di dalam kuburan hanya menyisakan tulang kaki dan tulang lainnya yang sudah hancur.
Polisi selanjutnya mengevakuasi tulang-tulang janin bayi yang diduga berusia enam bulan tersebut ke RSUD M. Natsir Solok untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Hingga kini, Polisi masih menyelidiki kasus temuan kuburan janin bayi tersebut.
Kapolsek Bukit Sundi, Iptu Maihendri, membenarkan terkait penemuan janin bayi di daerah tersebut. Menurutnya, penemuan bermula ketika seorang warga bernama Asnimar (57) hendak mengunjungi makam keluarga di pandam perkuburan yang ada dalam kawasan Jorong Koto Panjang.
“Belum sempat melihat makam keluarga, saksi malah menemukan kuburan kecil yang tiba-tiba muncul di lokasi. Jadi saat melihat kuburan kecil dan baru ada di sana, ia langsung menghubungi kepolisian, karena ingin memastikan penemuan itu,” kata Iptu Maihendri, Rabu (2/9).
Iptu Maihendri menambahkan, usai dilaporkan oleh Asnimar, pihaknya bersama Tim Inafis Polres langsung mendatangi lokasi penemuan kuburan kecil tersebut. Petugas langsung melakukan penggalian terhadap kuburan.
“Setelah digali, ditemukan tulang kaki dan tulang lainnya yang sudah hancur, terbungkus jilbab putih, diduga janin bayi. Kami kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi, agar tidak mengganggu proses penyelidikan,” tegas Iptu Maihendri.
Selain itu, kata Iptu Maihendri, penemuan kerangka diduga janin bayi tersebut dibawa ke RSUD M Natsir untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
“Kerangka janin bayi yang ditemukan diperkirakan berumur enam hingga tujuh bulan. Tapi kami belum bisa memastikan terkait jenis kelamin janin bayi tersebut, lantaran sudah tersisa tulang belulang. Kalau melihat kuburannya, diperkirakan sudah ada selama satu bulan, makanya hanya tersisa tulang belulang,” tegas Iptu Maihendri.
Iptu Maihendri menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan janin bayi tersebut hasil aborsi atau tidak. Pasalnya, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis di RSUD M Natsir.
“Kita tunggu dulu hasil identifikasi dari RSUD M Natsir. Sembari menunggu hasil, kami juga memintai keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap kasus ini,”tutupnya. (*)






