METRO BISNIS

Resmi Dilantik jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Usung Prinsip 3I Plus S

×

Resmi Dilantik jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Usung Prinsip 3I Plus S

Sebarkan artikel ini
KONFRENSI PERS—Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Aida S. Budiman, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro, dalam konferensi pers di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.

JAKARTA, METRO— Destry Damayanti memfokuskan empat kebijakan setelah resmi dilantik menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri.

Destry mengatakan, fokus BI kedepannya menjalankan kebijakan dengan memenuhi prinsip 3I plus S yakni impactful (berdampak), inklusif, integratif, serta sinergi.

“Semua ini akan bisa tercapai melalui sinergi merah-putih yang akan terus menjadi pegangan bagi kami untuk menuju Indonesia maju yang makin baik,” ujar Destry dalam konferensi pers di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (2/9).

Baca Juga  Electrifying Agriculture PLN Mampu Tekan Biaya Usaha Penggilingan Padi di Sumbar Hingga Puluhan Juta

Destry menegaskan, stabilitas menjadi prioritas BI karena kondisi ekonomi yang stabil akan memberikan ruang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, gejolak global saat ini masih penuh dengan ketidakpastian sehingga akan berimplikasi juga kepada kebijakan BI dalam jangka pendek.

“Karena tentu kita harus menjaga yang pertama adalah stabilitas. Stabilitas itu menjadi sangat penting untuk kami, karena tentunya dengan kita memiliki ekonomi yang stabil, tentu ruang-ruang untuk pertumbuhan ekonomi itu menjadi semakin luas,” ucapnya.

Baca Juga  Layani 341 Penerbangan per Hari, Penjualan Avtur Naik Selama Lebaran

Untuk menjaga stabilitas tersebut, BI tidak akan bekerja sendiri. Bank sentral akan memperkuat sinergi dengan pemerintah, kementerian, dan lembaga terkait, terutama dalam menangani berbagai persoalan domestik seperti inflasi.

“Jadi tidak dengan Bank Indonesia sendiri. Kita bisa mengajak tentunya bersama dengan sinergi merah putih itu, khususnya juga dalam menangani masalah domestik seperti inflasi yang tentu akan menjadi PR bagi kami di Bank Indonesia dengan terus meningkatkan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait,” urainya. (*)