METRO SUMBAR

Gubernur Sumbar Mahyeldi, Tawarkan Pengembangan Proyek Strategis Sumbar kepada Danantara

×

Gubernur Sumbar Mahyeldi, Tawarkan Pengembangan Proyek Strategis Sumbar kepada Danantara

Sebarkan artikel ini
USULAN—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah saat mengusulkan dukungan investasi Danantara untuk mempercepat pengembangan sejumlah infrastruktur strategis di Sumbar.

PADANG, METRO— Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengusulkan dukungan investasi Danantara untuk mempercepat pengembangan sejumlah infrastruktur strategis di Sumbar. Usulan tersebut disampaikan Gubernur saat­­ bertemu dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di Wisma Danantara, Ja­karta, Kamis (3/9). Sejumlah sektor yang diusulkan untuk mendapatkan dukungan investasi tersebut meliputi pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dan kawasan Muara Padang, pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta percepatan penetapan Wi­la­yah Pertambangan Rak­yat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Sumbar.

Mahyeldi mengatakan, pengembangan berbagai infrastruktur tersebut me­rupakan bagian dari upaya Sumbar menyelaraskan potensi daerah dengan agenda pembangunan nasional, terutama dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan eko­no­mi daerah. “Yang kita dorong adalah bagaimana potensi dan kebutuhan strategis Sumatera Barat dapat terhubung dengan agenda pembangunan nasional. Dengan dukungan investasi, kita ingin infrastruktur yang ada dapat ber­kem­bang dan memberikan dam­pak yang lebih besar bagi perekonomian ma­syarakat,” ujar Mah­yeldi.

Untuk sektor energi, Pemprov Sumbar mengusulkan lima proyek dengan total kebutuhan investasi sekitar Rp5,35 triliun untuk periode 2027-2029. Kelima proyek tersebut meliputi PLTS Terapung Singkarak berkapasitas 50 MWac/76 MWp, PLTS Sijunjung Ground Mounted 50 MWac/76 MWp, PLTS Mentawai untuk dediselisasi sebesar 30 MWac/47 MWp yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS), PLTS Pessel Bukik Ameh 50 MW, serta PLTG Sijunjung Blok Sinamar berkapasitas 25 MW.

Baca Juga  Mahyeldi: HAB Menjadi Momentum Perkuat Kerukunan dan Sinergi Pascabencana

Menurut Mahyeldi, pro­yek-proyek tersebut diharapkan dapat memper­kuat reserve margin sistem kelistrikan Sumbar, meningkatkan bauran energi baru terbarukan, mem­per­ce­pat pemanfaatan potensi gas bumi, se­ka­ligus mem­­buka peluang inves­tasi dan lapangan kerja baru. Khusus PLTS Mentawai, pengembangannya diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan sekaligus mengurangi ke­ter­­gantungan terhadap pem­bangkit berbahan ba­kar diesel.

Di sektor kepelabuhanan, Mahyeldi mendorong pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur untuk memperkuat konektivitas logistik dan mendukung aktivitas industri, khususnya komoditas CPO. Pengembangan secara bertahap telah di­rencanakan melalui pem­bangunan dermaga baru, reklamasi kawasan, instalasi pipa CPO, serta breakwater hingga jangka panjang.

Gubernur juga me­nyam­­­paikan potensi pe­ngem­­­bangan kawasan Mua­­ra Padang yang diarahkan untuk sektor pariwisata dan rekreasi, kuliner, komersial dan ritel, jasa kreatif, serta properti dan perhotelan. Pengembangan kawasan tersebut antara lain didukung rencana pembangunan Maritime Center yang saat ini proses perizinannya tengah berjalan. “Untuk mewujudkan semua ini tentu membutuhkan ko­la­borasi. Pemerintah daerah siap menyiapkan dukungan yang diperlukan, baik dari sisi regulasi, tata ruang, la­han, maupun koordinasi dengan pe­merintah pusat dan BUMN,” kata Mahyeldi.

Baca Juga  Mencegah Penyebaran Rabies, Hewan Peliharaan Warga Divaksin Gratis

Menanggapi usulan ter­sebut, COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa sejumlah pro­yek yang ditawarkan Sumbar sejalan dengan prioritas Pemerintah Pusat sehingga sehingga dapat di­per­t­imbangkan untuk diprioritaskan secara bertahap. Di antaranya pengembangan PLTS Mentawai, PLTG Sijunjung Blok Sinamar, serta percepatan penetapan beberapa WPR yang sebelumnya telah diusulkan. “Beberapa yang di­sampaikan ini sesuai de­ngan prioritas pemerintah, sehingga layak untuk kita prioritaskan secara bertahap,” ujar Dony.

Khusus terkait pe­ngem­bangan Pelabuhan Teluk Bayur, menurut Do­ny, perlu terlebih dahulu diselaraskan dengan dokumen tata ruang Kota Pa­dang. Revisi RTRW dan RDTR menjadi penting agar rencana pengembangan kawasan pelabuhan dapat di­laksanakan sesuai dengan peruntukan ruang yang ditetapkan.

Ia juga melihat adanya peluang pemanfaatan material hasil galian pembangunan terowongan Tol Si­cin­cin-Bukittinggi yang di­rencanakan sepanjang sekitar 5,8 kilometer untuk men­dukung kebutuhan ma­­terial dalam rencana perluasan kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.

Hal tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung kebutuhan material untuk pengembangan kawasan pelabuhan. Pertemuan ter­sebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi antara Pemprov Sumbar dan Danantara dalam mengidentifikasi serta merealisasikan peluang investasi strategis di Sumbar, khususnya yang memiliki dampak langsung terhadap ketahanan energi, konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan kesejah­teraan masyarakat. (fan)