METRO SUMBAR

Gus Nur Ibaratkan Islamic Centre Padang Panjang sebagai Bahtera Keselamatan

×

Gus Nur Ibaratkan Islamic Centre Padang Panjang sebagai Bahtera Keselamatan

Sebarkan artikel ini
DAKWAH MAJELIM TAKLIM— Ribuan jamaah yang berkumpul di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre Padang Panjang menghadiri kegiatan Dakwah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat.

PDG. PANJANG, METRO— Ribuan jamaah yang berkumpul di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre Padang Panjang dalam kegiatan Dakwah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat, mendapat makna tersendiri bagi Gus Nur. Ia mengibaratkan Islamic Centre sebagai “bahtera keselamatan” yang dibangun untuk membawa ma­syarakat semakin dekat ke­pada Allah. Hal tersebut disampaikan Gus Nur saat diwawancarai usai mengisi tausiah dalam kegiatan Dakwah BKMT se-Sumatera Barat di Islamic Centre Padang Panjang, Minggu (6/9).

Menurut Gus Nur, kehadiran sekitar 20 ribu jemaah dalam satu majelis bukan sekadar pertemuan keagamaan. Berkumpulnya masyarakat dalam jumlah besar tersebut, katanya, menjadi gambaran ke­kuatan umat yang dibangun melalui majelis ilmu dan berbagai kegiatan ke­aga­maan.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut dengan kisah Nabi Nuh yang mendapat wahyu untuk membuat bah­tera dan mengajak umat yang beriman me­nai­kinya sebagai jalan menuju keselamatan. “Ini adalah bahtera keselamatan. Pak Wali Kota dan jajarannya sedang membangun bah­tera. Ada 20 ribu orang yang hadir di pengajian BKMT se-Sumbar ini di Islamic Centre,” ujar Gus Nur.

Dikatakannya, kegiatan keagamaan yang mempertemukan masyarakat dalam jumlah besar dapat men­jadi wadah untuk mem­bangun kekuatan umat. Dari majelis-majelis tersebut, kata dia, akan tumbuh kelompok-kelompok kecil yang terus bergerak dan memberikan pengaruh positif di tengah masyarakat.

Baca Juga  Ketua Pengadilan Lantik 25 Anggota DPRD Bukittinggi, Asri Bakar dan Nur Hasra jadi Pimpinan Sementara

Gus Nur mengibaratkan kelompok tersebut sebagai “sekoci-sekoci” atau halaqah-halaqah yang terbentuk dari semangat kebersamaan dalam menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah. “Secara tidak langsung terbentuk sekoci-sekoci atau hala­qah-halaqah. Ini pasti akan memancarkan energi positif,” katanya.

Energi positif yang lahir dari kegiatan keagamaan, sebutnya, tidak hanya di­ra­sakan oleh peserta yang hadir, tetapi juga dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan ma­sya­rakat di lingkungan sekitar­nya.

Dia berharap kegiatan ke­agamaan di Islamic Cen­tre Padang Panjang dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya membangun ma­sya­rakat yang memiliki kekuatan spiritual serta kedekatan kepada Allah. “Ke langit turun lagi ke sini, sehingga di tempat lain ada maksiat, ada bencana, insyaallah di sini dijaga sama Allah,” tuturnya.

Dikatakannya la­gi,kegiatan seperti Dakwah BKMT se-Sumatera Barat dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Menurutnya, dukungan Pemerintah Da­erah terhadap kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan ma­sya­rakat yang religius.

Gus Nur secara khusus mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang Panjang terhadap kegiatan ke­agamaan, termasuk pem­­­bangunan Islamic Centre yang kini menjadi tempat pelaksanaan berbagai kegiatan umat. “Harapannya ini menjadi tolok ukur daerah lain, punya pe­mimpin seperti Wali Ko­ta Hendri Arnis, mengayomi masyarakat, mengarahkan masyarakat ke arah yang lebih religius,” ujarnya.

Baca Juga  Dosen PNP Kunjungi Kominfo Padang Panjang

Ia juga mengapresiasi besarnya antusiasme ma­syarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran sekitar 20 ribu jemaah dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat menunjukkan tingginya semangat masyarakat untuk mengikuti majelis ilmu dan kegiatan keagamaan.

Bagi Gus Nur, semangat tersebut menjadi modal penting dalam membangun masyarakat. Melalui majelis-majelis keagamaan, masyarakat tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga membangun kebersamaan, memperkuat silaturahmi dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

Kegiatan Dakwah BKMT se-Sumatera Barat di Islamic Centre Padang Panjang tersebut pun menjadi gambaran besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan. Ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah bersama-sama me­mak­murkan Masjid Agung Manarul ‘Ilmi dan mengikuti tausiah hingga kegiatan berakhir. Dengan du­kungan Pemerintah Da­erah dan partisipasi ma­syarakat, Gus Nur berha­rap Islamic Centre terus berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (rmd)