JAKARTA, METRO— Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong olahraga padel terus berkembang hingga menjadi olahraga yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Rosiade Padel Tournament Youth Series di Crown Padel, Senin (31/8).
Turnamen yang digelar Rosiade Padel Club tersebut diikuti hampir 200 peserta yang terbagi dalam lima kategori usia, yakni U10, U12, U14, U16, dan U18.
Yang menarik, seluruh peserta mengikuti kompetisi secara gratis. Panitia juga menyediakan sarapan dan makan siang bagi para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan atlet-atlet muda.
Andre Rosiade mengatakan, turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen Rosiade Padel Club untuk ikut mendorong perkembangan olahraga padel di Indonesia sekaligus mendukung program pembinaan yang dijalankan Persatuan Besar Padel Indonesia (PBPI).
“Ini komitmen kami dari Rosiade Padel Club untuk terus mengembangkan padel di seluruh wilayah Indonesia dan membantu PBPI,” kata Andre.
Menurut Andre, perkembangan padel tidak cukup hanya diarahkan sebagai olahraga prestasi. Lebih dari itu, padel harus bisa menjadi olahraga yang terbuka dan mudah diakses masyarakat luas.
Ia menilai padel memiliki keunggulan karena dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia. Kondisi tersebut membuat padel sangat potensial berkembang sebagai olahraga keluarga.
“Harapannya olahraga padel ini bisa menjadi olahraga rakyat, di mana seluruh lapisan masyarakat bisa ikut serta. Saya merasakan sendiri, padel ini bisa jadi olahraga keluarga. Orang tua, anak, keponakan bisa kumpul semua dan berolahraga,” ujarnya.
Andre juga memastikan Rosiade Padel Tournament Youth Series tidak berhenti pada penyelenggaraan perdana. Rosiade Padel Club akan terus menggelar turnamen serupa sebagai bagian dari kontribusi dalam membangun ekosistem padel nasional.
“Ini yang pertama. Insyaallah bukan yang terakhir,” tegas Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI.
Sementara itu, Ketua PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita mengapresiasi langkah Andre Rosiade yang menggelar turnamen junior secara gratis. Menurutnya, kompetisi usia dini sangat penting untuk mencari sekaligus membina calon atlet padel Indonesia.
“Acara ini penting karena kami harus melihat masa depan, lima, enam, tujuh, delapan tahun dari sekarang,” kata Galih.
Galih menyebut Indonesia akan menjadi tuan rumah Asia Junior Cup di Jakarta pada November mendatang. Karena itu, keberadaan turnamen junior seperti Rosiade Padel Tournament Youth Series menjadi penting sebagai sarana untuk memantau potensi atlet muda.
Bahkan, ia meyakini ada peserta dalam turnamen tersebut yang berpeluang dipanggil mengikuti seleksi nasional.
“Saya yakin salah satu di antara yang main hari ini ada yang akan saya panggil seleknas. Berjuang terus, bermain dengan serius, dan yang paling penting have fun semuanya,” katanya.
Galih menjelaskan, Rosiade Padel Tournament Youth Series merupakan bagian dari program PBPI. Para peserta akan mendapatkan poin PBPI yang menjadi bagian dari sistem pembinaan dan kompetisi padel nasional.
Ia juga mengapresiasi kesediaan Andre Rosiade mendukung pembinaan atlet junior. Menurut Galih, dukungan tersebut bermula dari pembicaraan mengenai kebutuhan pengembangan bibit atlet padel Indonesia.
“Saya berbicara dengan Bang Andre di Semarang atau di mana, Bang Andre langsung bilang, ‘Sini, saya bantu.’ Ternyata kejadian. Jadi alhamdulillah saya senang sekali dan bangga,” ungkap Galih.
Menurut Galih, pembinaan atlet junior menjadi investasi penting bagi masa depan prestasi padel Indonesia. Apalagi, Indonesia akan menghadapi berbagai agenda kompetisi internasional, termasuk Asia Junior Cup.
Ia berharap kolaborasi PBPI, Rosiade Padel Club, dan berbagai pihak lainnya dapat terus diperkuat sehingga ekosistem padel nasional semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet muda yang berprestasi di tingkat Asia hingga internasional.
Dengan kompetisi yang rutin, pembinaan yang terarah, dan akses yang semakin terbuka, padel diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai olahraga prestasi, tetapi juga menjadi olahraga keluarga dan olahraga rakyat yang dapat dinikmati masyarakat luas. (*)






