METRO BISNIS

FGD UNP Bahas Masa Depan UMKM Hijau, Kolaborasi Akademisi, Pemerintah dan Pelaku Usaha Perkuat Ekonomi Lokal

×

FGD UNP Bahas Masa Depan UMKM Hijau, Kolaborasi Akademisi, Pemerintah dan Pelaku Usaha Perkuat Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
FGD—UNP menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Program Equity-The Impact Ranking 2025/2026.

PADANG, METRO–Semangat memper­ku­at ekonomi masyarakat melalui inovasi produk lo­kal terus digelorakan Universitas Negeri Padang (UNP) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FG­D) dan Di­seminasi Hasil Pengabdian Kepada Ma­syarakat Program Equity-The Impact Ranking 2025/2026 yang digelar di Grand Basko Hotel Padang, Sabtu (20/6).

Mengusung tema Di­seminasi dan FGD Penguatan UMKM Berbasis Circular Economy melalui Inovasi Produk Lokal dan Pemanfaatan Sumber Daya Berkelanjutan ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, pelaku UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekonomi kreatif yang lebih kuat.

Program tersebut digagas oleh tim pengusul dari UNP yang terdiri dari Tri Kurniawati, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim, bersama Prof. Dr. Desnita, M.Si. dan Fauzan Aulia, S.Ds., M.Sn. dengan latar belakang keilmuan yang saling melengkapi.

Melalui kegiatan ini, UNP berupaya menghadirkan konsep ekonomi berkelanjutan yang tidak ha­nya berorientasi pada pe­ningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan pemanfaatan sumber daya secara bijak melalui prinsip circular economy dan zero waste.

Salah satu materi utama disampaikan Prof. Dr. Desnita, M.Si. dengan tema Green Entrepreneurship: Pengembangan Produk Lo­kal Berbasis Zero Waste. Paparan tersebut mengajak peserta melihat peluang baru dalam mengembangkan produk lokal yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca Juga  BNI Berbagi dengan Korban Banjir-Longsor Sumpur Kudus

Selain itu, Prof. Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd., MM dari Universitas Ne­geri Malang turut memberikan wawasan melalui materi Transformasi UMKM Berkelanjutan melalui Ino­vasi, Digitalisasi, dan Penguatan Daya Saing.

Dalam pemaparannya, penguatan UMKM dinilai membutuhkan adaptasi terhadap perkembangan zaman, terutama melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta strategi pemasaran yang lebih luas.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Arif Sabta Aii, S.Gz yang membahas peningkatan nilai tambah produk pangan lokal kolang-kaling melalui inovasi serta penguatan kandungan gizi.

Dari sisi pemerintahan, Asisten 3 Setda Kabupaten Agam Syatria, S.Sos., M.Si turut memberikan pandangan mengenai peran pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Sementara pengalaman nyata dunia usaha turut dibagikan oleh praktisi UMKM Sri Wahyuni selaku Owner Rendang Mizaki melalui materi tentang perjalanan membangun UMKM pangan lokal hingga mampu memiliki daya saing.

FGD ini menjadi wadah bertukar gagasan antara pelaku UMKM dari Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar untuk menemukan stra­tegi pengembangan usaha yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Baca Juga  Geger Utang AS, Indonesia Pede Kondisi Ekonomi Kokoh

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi kekuatan penting dalam menciptakan ekosistem UMKM yang mampu tumbuh dengan memanfaatkan potensi daerah masing-masing.

Tri Kurniawati bersama tim berharap kegiatan ter­sebut dapat memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan kreativitas, kualitas produk, serta memperluas peluang pasar.

“Melalui pendekatan circular economy, UMKM didorong tidak hanya meng­hasilkan produk bernilai jual, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia,” ungkap Tri Kurniawati.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Kerjasama, Reputasi dan Internasionalisasi UNP, Dekan FEB UNP, Ketua LPPM UNP, serta berbagai unsur pendukung yang memiliki perhatian terhadap pengembangan UMKM lokal.

“Program pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bukti nyata peran UNP dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi daerah,” sebut Tri Kurniawati.

Penguatan UMKM katanya, berbasis inovasi dan keberlanjutan menjadi lang­kah strategis dalam membangun ekonomi ma­syarakat yang mandiri. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pe­laku usaha menjadi kunci menghadirkan perubahan positif bagi perkembangan ekonomi lokal. (ped)