SOLOK/SOLSEL

Elektrifikasi Pompanisasi Diperkuat, PLN UID Sumbar Dukung Ketahanan Pangan

×

Elektrifikasi Pompanisasi Diperkuat, PLN UID Sumbar Dukung Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
PERKUAT KOORDINASI—PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok memperkuat koordinasi dengan balai pertanian se-Sumatera Barat di Kantor Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Sumbar, Sukarami Arosuka.

SOLOK, METRO— Ketika kekeringan mulai menjadi tantangan bagi ke­tersediaan air di lahan pertanian, dukungan energi menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipastikan. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pe­lang­gan (UP3) Solok memper­kuat koordinasi dengan balai pertanian se-Suma­tera Barat untuk mendukung elektrifikasi pompanisasi sebagai bagian dari upa­ya menjaga produktivitas pertanian dan memper­kuat ketahanan pangan nasional.

Koordinasi tersebut ber­­­langsung pada 10 September 2026 di Kantor Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Sumatera Barat, Sukarami Arosuka. Pertemuan membahas penguatan ketahanan pa­ngan nasional serta pena­nganan darurat kekeringan melalui elektrifikasi pompanisasi, dengan memperkuat kolaborasi antara PLN dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta dan dihadiri Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan P­LN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat Muhammad Arif Fikri, Kepala Balai Besar/Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat BRMP Kementerian Pertanian RI Dr. Salwati, SP., M.Si, Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tro­pika/BPSIP Buah Tropika Sukarami Adha Fatmah Siregar, M.Si., M.Sc., Asisten Manager Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Solok Dito Nusa Putra, serta Ma­nager ULP Kayu Aro Reza Riadi.

Elektrifikasi pompa­ni­sasi menjadi salah satu langkah yang dibahas untuk menjawab kebutuhan pengairan lahan pertanian saat menghadapi kekeri­ngan. Dukungan pasokan listrik yang andal untuk pengoperasian pompa air diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air sehingga aktivitas pertanian dan produktivitas lahan tetap dapat berjalan.

Baca Juga  1.270 KPM Terima Bantuan Beras PPKM di Kota Solok

General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, mengatakan dukungan kelistrikan untuk sektor pertanian merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan manfaat e­nergi listrik yang selaras de­ngan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

“PLN terus memastikan kesiapan kelistrikan untuk mendukung kegiatan pro­duktif masyarakat. Pada sektor pertanian, dukungan terhadap elektrifikasi pompanisasi menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu menjaga ke­tersediaan air dan keberlanjutan aktivitas pertanian, khususnya saat me­nghadapi kondisi kekeri­ngan,” ujar Ririn.

Dalam kegiatan tersebut, PLN UP3 Solok memaparkan kesiapan dalam mendukung program elektrifikasi pompanisasi. Du­kungan ini diarahkan untuk menyediakan pasokan listrik yang dibutuhkan dalam pengoperasian pompa air pertanian, sekaligus memastikan kebutuhan kelistrikan dapat ditindaklanjuti secara terkoordinasi.

Kolaborasi dengan BR­MP Kementerian Pertanian RI dan BPSIP Buah Tropika Sukarami juga menjadi bagian penting dalam pe­laksanaan program. Sinergi tersebut dilakukan untuk memperkuat identifikasi lokasi prioritas, kebutuhan kelistrikan, serta pendam­pingan kepada kelompok tani penerima manfaat di wilayah Sumatera Barat.

PLN bersama pemang­ku kepentingan sektor pertanian terus membangun komunikasi mengenai kondisi dan kebutuhan di la­pangan. Informasi tersebut menjadi bagian dari proses untuk mengarahkan dukungan kelistrikan secara lebih tepat sesuai kebutuhan program pompanisasi.

Baca Juga  Pemko Solok Gelar Safari Subuh ke Masjid-Masjid Informasikan Pembangunan dan Serap Aspirasi Warga

Ririn menambahkan, kerja sama lintas sektor diperlukan agar dukungan terhadap elektrifikasi pompanisasi dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian.

“Kolaborasi dengan Ke­­menterian Pertanian dan balai-balai pertanian menjadi penting untuk memastikan dukungan PLN tepat sasaran. Kami ingin kelistrikan yang tersedia dapat menunjang kebutuhan pompanisasi dan membantu petani mempertahankan produktivitas pertaniannya,” kata Ririn.

Dukungan terhadap pom­panisasi memiliki kaitan langsung dengan aktivitas petani, terutama dalam menjaga pengairan lahan ketika ketersediaan air mengalami keterba­tasan. Penggunaan listrik untuk mengoperasikan pom­pa air dapat membantu mendukung kebutuhan pengairan se­kaligus menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian.

Sinergi yang dibangun PLN bersama balai pertanian se-Sumatera Barat diharapkan dapat memper­kuat pelaksanaan elektrifikasi pompanisasi secara efektif dan berkelanjutan. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan energi untuk sektor pertanian dapat direspons dengan dukungan kelistrikan yang sesuai.

Keandalan pengairan turut menentukan keberlangsungan aktivitas petani dan produktivitas lahan. Kelistrikan yang mendukung pompanisasi pun diharapkan dapat membantu masyarakat mempertahankan kegiatan pertanian, menjaga produksi pangan, serta memperkuat ketahanan pangan di Sumbar. (ped/rel)