SOLOK/SOLSEL

Bupati Solok Kukuhkan Ketua KAN Sulit Air, Tekankan Persatuan dan Penguatan Adat

×

Bupati Solok Kukuhkan Ketua KAN Sulit Air, Tekankan Persatuan dan Penguatan Adat

Sebarkan artikel ini
PENGUKUHAN PENGURUS KAN— Bupati Solok Jon Firman Pandu berfoto bersama usai pengukuhan Ketua KAN Sulik Aia.

SOLOK, METRO— Bupati Solok Jon Firman Pandu menghadiri pengukuhan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sulit Air yang digelar di Balai Adat Nagari Sulit Air, Jumat (11/9). Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat X Koto Diatas, unsur Forkopimcam, Wali Nagari Sulit Air, serta sejumlah tokoh ma­sya­rakat dan pemangku kepentingan di Nagari Sulit Air.

Dalam sambutannya, Jon Firman Pandu me­nyam­paikan bahwa pengukuhan kepengurusan KAN bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi men­­jadi momentum untuk memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai budaya dan mem­bina generasi di te­ngah masyarakat.

Menurutnya, lembaga adat memiliki posisi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan ma­syarakat Minangkabau, termasuk dalam membina anak kemenakan dan mem­pertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Pemerintah Kabupaten Solok, kata Jon Firman Pandu, berkomitmen untuk terus hadir dan bersinergi dengan ma­syarakat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk yang berkaitan dengan adat dan kelembagaan KAN.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan dalam lembaga adat merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan secara adil dan bertanggung jawab. Jon Firman Pandu berharap Dt. Rajo Kuaso bersama jajaran pengurus KAN Sulit Air dapat menjalankan a­ma­nah tersebut dengan baik, membangun kebersama­an, serta memperkuat pem­binaan terhadap anak kemenakan. “Setelah selesai kontestasi, itu semua harus bersatu. Tujuan kita satu, kita harus bangun daerah kita dengan sebaik-baiknya, dengan bersama-sama,” ujar Jon Firman Pandu.

Baca Juga  Terus Tingkatkan Pendidikan, Pemkab Solsel Teken Kerjasama dengan UMSB

Bupati Solok juga menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen dalam mendorong pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri se­hingga membutuhkan du­kungan masyarakat, tokoh adat, maupun para perantau.

Ia menyebut aspirasi masyarakat mengenai pem­bangunan infrastruktur tetap menjadi perha­tian dan perlu diperjuangkan bersama, meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan ruang fiskal.

Selain pembangunan infrastruktur, Jon Firman Pandu juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana agar potensi yang dimiliki daerah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi ma­sya­rakat.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dae­rah, lembaga adat, ma­sya­rakat dan perantau semakin kuat sehingga berbagai potensi Nagari Sulit Air maupun Kabupaten Solok dapat dikelola untuk meningkatkan kemaslahatan dan ke­sejahteraan ma­sya­ra­kat.

Sementara itu, Ketua KAN Sulit Air yang baru dikukuhkan, Dt. Rajo Ku­aso, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Solok dalam kegiatan ter­sebut.

Baca Juga  Penuhi Asupan Gizi, Perbaikan Pola Konsumsi Makanan Masyarakat Penting

Menurutnya, kehadiran kepala daerah menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keberlangsu­ngan lembaga adat serta pelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau di Ka­bupaten Solok.

Dt. Rajo Kuaso berha­rap kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan adat dapat terus menjadi bagian dari upaya bersama menjaga warisan leluhur dan memperkuat hubungan antara pemerintah dengan pemangku adat.

Ia juga membuka ruang bagi niniak mamak, pemangku adat, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan Nagari Sulit Air. Di akhir kegiatan, Bupati Solok menyampaikan ucapan selamat kepada Dt. Rajo Kuaso atas pengukuhannya sebagai Ketua KAN Sulit Air bersama seluruh jajaran pengurus. Ia berharap komunikasi dan kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga adat, serta ma­syarakat dapat terus terjaga dalam membina anak kemenakan sekaligus men­dukung pembangunan nagari. “Kalau bersatu, kita kuat. Kekuatan terbesar kita adalah persatuan,” pungkasnya. (vko)