JAKARTA, METRO— Kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia memasuki babak baru. Championship yang sebelumnya dikenal sebagai Liga 2 kini memiliki badan hukum sekaligus operator kompetisi sendiri melalui PT Liga Utama Indonesia (LUI).
General Manager I.League Budiman Dalimunthe mengatakan pembentukan PT LUI merupakan bagian dari upaya memisahkan pengelolaan kompetisi Super League dan Championship.
“Selama ini masih berinduk ke satu PT, PT Liga Indonesia Baru. Dengan adanya PT Liga Utama Indonesia, perlahan tapi pasti nanti jadi lebih mandiri. Entitas bisnisnya terpisah agar lebih jelas,” ujar Budiman.
Menurut dia, gagasan pemisahan badan hukum tersebut sebenarnya sudah muncul dalam Kongres PSSI setelah terpilihnya Ketua Umum PSSI pada 2023. Saat itu, terdapat dorongan untuk membentuk badan hukum baru yang secara khusus menaungi kompetisi kasta kedua.
Pembentukan PT LUI kemudian diwujudkan pada tahun lalu. Dengan operator yang terpisah, pengelolaan Championship diharapkan semakin mandiri, baik dari sisi kompetisi maupun bisnis.
Dalam struktur kepemilikannya, I.League menjadi pemegang saham terbesar PT LUI. Sementara itu, sisa saham yang porsinya di bawah 50 persen dibagi rata kepada 20 klub peserta Championship. Struktur tersebut berbeda dengan I.League yang mayoritas sahamnya dimiliki klub-klub Super League.
Perubahan operator itu juga menandai keseriusan untuk menempatkan Championship sebagai kompetisi yang memiliki standar pengelolaan tersendiri.
Budiman menyebut klub-klub peserta Championship tetap dituntut memenuhi standar yang berlaku, termasuk aspek club licensing.
“Jadi semuanya utama, tinggal prestasinya mampu enggak naik ke atas. Makanya namanya jadi Liga Utama, bukan kelas satu atau kelas dua,” katanya.
PT LUI sendiri telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mematangkan persiapan Championship musim 2026-2027. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah menetapkan jadwal kick-off kompetisi.
Championship 2026-2027 akan dimulai pada 11 September. PSIS Semarang kontra PSPS Pekanbaru dipilih sebagai pertandingan pembuka yang akan berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang.
Penetapan laga tersebut mempertimbangkan kualitas stadion serta aspek komersial. (jpg)






