HIBURANSOLOK/SOLSEL

Es Tebak Legendaris Reni, Menjaga Rasa Warisan Keluarga Sejak 1970 di Muara Labuh

×

Es Tebak Legendaris Reni, Menjaga Rasa Warisan Keluarga Sejak 1970 di Muara Labuh

Sebarkan artikel ini
Es Tebak Legendaris Reni, Menjaga Rasa Warisan Keluarga Sejak 1970 di Muara Labuh

SOLSEL, METRO– Di tengah ramainya aktivitas masyarakat di depan Terminal Pasar Muara Labuh, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, seorang perempuan paruh baya tampak setia melayani pembeli dari balik gerobak sederhana miliknya.

Dialah Reni (53), penjual Es Tebak legendaris yang telah mempertahankan usaha keluarga sejak tahun 1970. Usaha kuliner tradisional tersebut merupakan warisan keluarga yang kini diteruskan Reni sebagai generasi kedua.

“Saya dan suami merupakan generasi kedua keluarga (Ayah) yang melanjutkan usaha Es Tebak ini,” kata dia sembari membuatkan pesanan pelanggan, Kamis, (21/5/2026).

Selama puluhan tahun, Es Tebak buatannya tetap menjadi pilihan masyarakat untuk melepas dahaga, terutama saat cuaca panas dan hiruk-pikuk pasar mulai ramai.

Baca Juga  Wawako Solok Hadiri APEKSI Outlook 2026

Dengan tangan terampil, Reni meracik satu per satu bahan khas Es Tebak ke dalam mangkuk maupun gelas. Serutan es batu dipadukan dengan cendol merah, tape singkong, potongan roti tawar, cincau, santan, susu kental manis, serta berbagai bumbu pelengkap lainnya, menghadirkan cita rasa manis dan segar yang khas.

Kesederhanaan rasa tradisional itulah yang membuat pelanggan lama tetap datang, bahkan tak sedikit pendatang sengaja mampir untuk mencicipi minuman khas yang mulai jarang ditemukan tersebut.

Selain itu, juga ada varian es lain, seperti es campur, rumput laut dan aneka minuman sachet lainnya. Reni, berjualan setiap Senin dan Kamis di Muara Labuh. Selasa di Surian Kabupaten Solok serta Jumat di Pasar Sungai Kalu Nagari Pakan Rabaa Utara Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

Baca Juga  Giliran Kecamatan Pauh Duo Terima Seragam untuk Siswa Baru

Bagi Reni, mempertahankan usaha keluarga bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjaga warisan kuliner tradisional agar tetap dikenal generasi muda. Di tengah maraknya minuman modern, Es Tebak racikannya masih mampu bertahan dan menjadi bagian dari cerita keseharian masyarakat Muara Labuh dan sekitarnya. (Jef)