BERITA UTAMA

Pemerintah Dorong Anak Muda Manfaatkan Ruang Digital untuk Promosi Budaya

×

Pemerintah Dorong Anak Muda Manfaatkan Ruang Digital untuk Promosi Budaya

Sebarkan artikel ini
KEYNOTE SPEECH— Wamen Kebudayaan, Giring Ganesha saat menjadi keynote speech konferensi Pers “Kolaborasi TikTok LIVE Bersama Pop Mart: Hadirkan Nyota dengan Sentuhan Budaya Indonesia”, di Jakarta, Senin (27/4).

JAKARTA, METRO–Pemerintah terus mendorong pemanfaatan ruang digital sebagai sarana promosi sekaligus penguatan ekonomi budaya. Pe­ran kreator muda dinilai menjadi kunci dalam membawa budaya lokal ke ting­kat global.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyebut Indonesia memiliki posisi strategis da­lam ekosistem digital global, terutama karena kuatnya keterlibatan masya­rakat di ruang daring.

“Kita sadar bahwa Indonesia adalah trigger country bagi platform digital termasuk TikTok dan beberapa digital streaming platform lainnya,” ujar Giring saat konferensi Pers “Kolaborasi TikTok LIVE Bersama Pop Mart”, di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (27/4).

Menurut Giring, kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tanggung jawab besar untuk memanfaatkan ruang digital secara bijak dan produktif. Platform digital dinilai mampu membuka akses yang lebih luas bagi promosi budaya Indonesia ke dunia internasional.

“Jadi fakta ini juga yang membuat kita sadar bahwa ini adalah tanggung jawab yang besar dalam memanfaatkan ruang digital secara bijak dan produktif,” kata Giring.

Baca Juga  Hari Ini, Pemprov Sumbar Peringati HUT ke-80, Siapkan 8 Agenda Utama Pembangunan

Ia juga menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam. Karena itu, ruang digital dapat menjadi sarana efektif untuk melestarikan sekaligus mempromosikan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

“Di pulau Jawa aja kebudayaannya sudah ba­nyak sekali. Di Sumatera luar biasa, di Kalimantan budayanya beda lagi. Se­tiap beda berapa kilometer kebudayaannya sudah beda. Nah, caranya untuk kita bisa melestarikannya dan mempromosikannya ialah lewat ruang-ruang digital seperti ini,” tutur­nya.

Selain aspek promosi, pemerintah juga memberi perhatian pada penguatan ekonomi budaya. Saat ini, lanjut Giring, Kemenbud tengah bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hal ini untuk memetakan kontribusi sektor budaya terhadap perekonomian nasional.

“Bagaimana kita dapat menghitung, menghitung value dan mengidentifikasi ekonomi budaya kita. Seberapa besar ekonomi budaya kita itu menghasilkan lapangan pekerjaan atau menyerap tenaga kerja. Seberapa besar hasil dari film-film Indonesia berdampak kepada eko­nomi Indonesia,” jelasnya.

Giring menegaskan bahwa investasi di sektor budaya merupakan investasi jangka panjang yang perlu terus didorong melalui kolaborasi ber­bagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan kreator.

Baca Juga  Lompat ke Jurang malah Tersangkut di Pohon

“Karena bagi kita a­dalah kita yakin dengan kebudayaan kita begitu indahnya, begitu kuatnya, begitu beragam, dan nilai-nilainya. Nilai-nilai yang sudah diturunkan oleh nenek moyang kita sangat diperlukan oleh dunia di saat seperti ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak para kreator untuk aktif mempromosikan budaya daerah masing-masing sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem budaya nasional. “Kalian adalah semua, para kreator a­dalah agen promosi budaya,” tegasnya.

Sementara itu, Livestream Operations Manager TikTok Live Indonesia Michael Tan menyebut, tren siaran langsung semakin besar sepanjang 2025. Hal ini dinilainya menjadi peluang besar bagi para kreator muda untuk bisa masuk ekosistem di­gital, khususnya promosi budaya.

“Di tahun 2025, tayangan live streaming tercatat meningkat hingga 65 per­sen, kemudian 150 juta creator di seluruh dunia mendapat dukungan dari komunitas,” tandasnya. (jpg)