PADANG, METRO—Menegaskan komitmen sebagai kota tangguh bencana, Pemerintah Kota Padang melakukan uji fungsi menyeluruh terhadap 32 titik Early Warning System (EWS) atau sirine tsunami yang tersebar di wilayah pesisir. Langkah ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, Minggu (26/4).
Tidak sekadar mengecek peralatan, BPBD Kota Padang juga menggelar simulasi drill gempa dan tsunami besar-besaran yang dipusatkan di tiga sekolah menengah: SMPN 1, SMPN 7, dan SMPN 25 Padang.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Para siswa dilatih melakukan evakuasi mandiri dengan dua metode utama.
“Kami mengedukasi siswa untuk evakuasi vertikal, yaitu menuju shelter di lantai teratas bangunan sekolah, serta evakuasi horizontal menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang telah ditentukan,” ujar Hendri.
Hendri menambahkan, pemilihan tanggal 26 sebagai waktu pengecekan rutin bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan bentuk pengingat kolektif sekaligus sinkronisasi dengan peringatan HKB nasional yang tahun ini dipusatkan di Banda Aceh.
Salah satu poin krusial dalam kesiapsiagaan kali ini adalah memastikan seluruh infrastruktur peringatan dini dalam kondisi prima. Sebanyak 32 unit EWS milik Pemko Padang yang tersebar dari Pantai Caroline hingga kawasan Air Pacah dinyatakan aktif dan berfungsi normal.
“Pengecekan ini rutin kami lakukan setiap bulan. Jika ada kerusakan sekecil apa pun, langsung kami perbaiki di tempat. Kami tidak ingin kecolongan saat bencana benar-benar terjadi,” tegas Hendri.
Lokasi EWS ini mencakup titik-titik strategis seperti gedung sekolah, masjid, kantor pemerintahan, hingga pusat keramaian seperti Plaza Andalas dan Pelabuhan Bungus.
Dengan status sebagai tuan rumah HKB Nasional pada tahun 2025 lalu, Kota Padang terus konsisten memperkuat mitigasi struktural dan non-struktural demi menjamin keselamatan warga di zona merah tsunami. (oza)





