BERITA UTAMA

Setalah Hari Ketujuh, Operasi Pencarian Rasyid dan Zafran Dihentikan

×

Setalah Hari Ketujuh, Operasi Pencarian Rasyid dan Zafran Dihentikan

Sebarkan artikel ini
OPERASI DIHENTIKAN— Tim SAR gabungan berkumpul mendengarkan arahan terkai dihentikannya operasi pencarian dua bocah yang tenggelam di Pantai Ulak Karang, Kota Padang.

PADANG, METROSetelah hari ketujuh, operasi pencarian terhadap dua anak yang hilang tenggelam di Pantai Ulak Karang, belakang Kampus Universitas Bung Hatta (UBH), Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, resmi dihentikan pada Jumat (24/4) pukul 18.00 WIB.

Keputusan ini diambil Tim SAR gabungan lantaran kedua korban bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), yang sama-sama siswa di SD Negeri 06 Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo ini, tak kunjung ditemukan. Sementara, sesuai standar prosedur operasi (SOP), batas waktu pencarian hanya satu pekan.

Komandan Tim (Dantim) Lapangan Basarnas Padang, Tri Desyu Herman mengatakan, pihaknya telah mengerahkan segala daya upaya untuk mencari kedua korban sejak laporan pertama kali masuk. Bahkan di hari terakhir, tim memperluas jangkauan pencarian hing­ga radius 65 Nautical Miles (NM) dari lokasi awal kejadian.

“Hari ini (kemarin-red) adalah hari ketujuh pencarian Zafran dan Rasyid. Kami sudah berupaya maksimal di lapangan, namun hasil hingga pukul 18.00 WIB masih nihil. Belum ada tanda-tanda di mana keberadan kedua korban. Sehingga , dengan berat hati, operasi ini dihentikan,” kata Tri Desyu Herman.

Baca Juga  Dua Gedung SDN 13 Pulau Punjung Terbakar

Menurut Tri Desyu Herman, selama operasi, perjuangan tim gabungan di lapangan bukannya tanpa hambatan. Faktor alam menjadi tantangan tim selama proses pencarian terhadap kedua korban.

“Kendala utama kami adalah cuaca yang be­rubah-ubah secara ekstrem. Selain itu, fenomena pasang surut air laut yang tidak beraturan sangat menyulitkan personel dalam memantau pergerakan di bawah air maupun permukaan. Sehingga , dengan berat hati, operasi ini dihentikan,” ujar Tri Desyu Herman.

Ditegaskan Tri Desyu Herman, meski secara res­mi ditutup, bukan berarti pencarian terlupakan selamanya. Basarnas tetap membuka ruang bagi ma­syarakat yang menemukan tanda-tanda kebe­ra­daan korban di kemudian hari.

“Jika suatu saat ada temuan atau informasi per­kembangan terbaru, kami akan segera membuka kem­­bali operasi untuk me­la­kukan monitoring dan evakuasi,” ungkap Tri Desyu Herman.

Tri Desyu Herman me­nu­­turkan, operasi SAR yang berlangsung selama satu minggu ini menjadi bukti kuatnya sinergi kemanusiaan di Kota Padang. Berbagai unsur terlibat aktif, mulai dari Basarnas, BPBD, Damkar, TNI, dan Polri. Kemudian PMI, Tagana, dan Rumah Zakat, serta relawan dari KSB, KPB, pihak kecamatan/kelurahan, hingga para nelayan lokal yang turut menyisir lautan menggunakan perahu pribadi.

Baca Juga  25 Kios Pasar Bawah Ludes Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar, OTK Diamankan dengan Bukti BBM

“Pemantauan tetap akan dilakukan secara terbatas oleh pihak terkait dan masyarakat sekitar. Kami turut berduka atas mu­sibah ini. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran,” tutupnya.

Peristiwa tenggelamnya kedua korban terjadi pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 12.40 WIB di kawasan belakang Kampus Bung Hatta, Kelurahan Ulak Ka­rang Utara. Saat itu, enam anak dilaporkan berenang di lokasi tersebut, dengan empat orang berada di tengah laut dan dua lainnya di tepi pantai.

Kondisi ombak yang tinggi dan air yang keruh diduga menjadi faktor utama kejadian tersebut. Kedua korban bersama dua temannya yang berada di tengah berusaha kembali ke tepi. Nahas, kedua korban terseret ombak dan hilang, sedangkan temannya selamat. (*)