PAYAKUMBUH/50 KOTA

BGN Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Program MBG Pascabencana Sumbar

×

BGN Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Program MBG Pascabencana Sumbar

Sebarkan artikel ini
SINERGI— Kepala BGN, Dadan Hindayana, hadir dalam acara Kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan Dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Lokasi Pascabencana Provinsi Sumatera Barat, di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Rabu (22/4).

PADANG, METRO–Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Ir. Dadan Hindayana, M.E.S., menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar bantuan pangan, melainkan investasi strategis untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Hal ini disampaikannya dalam acara Kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Lokasi Pascabencana Provinsi Sumatera Barat, Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Rabu (22/4).

“Berdasarkan target RPJMN 2025-2029, pada tahun 2029 kita menargetkan program ini mampu menyentuh 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui. Kita ingin program ini terus meningkat secara gradual,” ujar Dadan.

Namun, Dadan menyadari adanya dinamika alam yang menjadi tantangan, seperti bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat pada akhir 2025 lalu. Kondisi ini menyebabkan kerusakan alam dan permasalahan sosial ekonomi yang berdampak langsung pada implementasi Program MBG.

Baca Juga  Partai Final Futsal HUT Bhayangkara ke-78, Satreskrim Cukur Satresnarkoba 4-0

“Kondisi pascabencana ini membutuhkan intervensi konkret dari pemerintah pusat. Kami di Badan Gizi Nasional melakukan langkah fasilitasi pemberdayaan dengan menekankan pada pemulihan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi peran MBG,” jelasnya.

Sinergi Ekonomi Kerakyatan Dadan menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengusung tema “Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Lokasi Pascabencana Provinsi Sumatera Barat”. Langkah ini dilakukan dengan membangun kolaborasi mulai dari tingkat pusat, daerah (KPPG), pimpinan regional, hingga koordinator kecamatan dan Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG).

“Kami melakukan dialog dengan para pelaku ekonomi lokal selaku supplier SPPG yang terdam­pak bencana. Tujuannya agar dihasilkan penguatan dan komitmen bersama demi menjaga stabilitas rantai pasok program MBG di lingkungan terdampak bencana,” tambahnya.

Menurut Dadan, terdapat tiga faktor utama yang melatarbelakangi penguatan program di wilayah bencana ini yaitu, MBG sebagai ujung tombak solusi sosial-ekonomi dan pe­nyerapan tenaga kerja, intervensi pemulihan stabilitas rantai pasok pascabencana, serta pentingnya merajut kembali sinergi para pihak untuk efektivitas program di lokasi bencana.

Baca Juga  Chairul Anwar Datangi Markas Wartawan

Langkah nyata di lapangan dalam kunjungannya, Dr. Dadan Hindayana juga menguraikan beberapa aksi sistematis yang sedang dijalankan, termasuk pengadaan pasar murah untuk membantu supplier mempromosikan produk mereka.

“Kami ingin memperkuat rantai pasok antara SPPG dengan pelaku ekonomi lokal. Kami dukung para supplier yang terdampak untuk segera pulih, serta mendorong adanya regulasi atau kebijakan yang meningkatkan kualitas MBG pascabencana,” tegasnya.

“Urgensi penguatan ekonomi kerakyatan melalui MBG ini menemukan momentumnya di kawasan terdampak bencana. Kita ingin meninggalkan bukti nyata pelestarian gizi dan penguatan ekonomi, bukan sekadar cerita. Melalui kolaborasi ini, kita sasar pengura­ngan kemiskinan dan stunting sekaligus pemulihan sosial ekonomi warga,” pungkasnya. (oza)