BERITA UTAMA

Safari Ramadhan Ketua DPRD Sumbar, Bencana Alam Uji Kesabaran dan Ketakwaan

×

Safari Ramadhan Ketua DPRD Sumbar, Bencana Alam Uji Kesabaran dan Ketakwaan

Sebarkan artikel ini

SEBAGIAN dari kita banyak beranggapan bencana merupakan bentuk hukuman atau siksaan dari Allah Swt. Sementara sebagian lainnya menganggap bencana adalah bentuk ujian sekaligus kasih sayang Allah Swt kepada hamba-Nya.

Berdampak besar atau kecil, tidak ada seorangpun yang mengetahui atau pun dapat memilih untuk bisa menghindari bencana. Semuanya adalah ketetapan Allah Swt. Namun, apakah sebenarnya kita mampu bersikap optimis saat menghadapi bencana?

Demikian disampaikan Ketua DPRD Sumbar Supardi saat mengisi Safari Ramadhan perdana di Mas­jid Istiqomah, Nagari Lim­bu­kan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kamis (14/3).

Secara geografis, lanjutnya,  Sumbar terletak pada daerah yang dilalui patahan semangko. Berbagai bencana alam siap terjadi kapan saja, tidak hanya gempa atau tsunami, banjir dan tanah longsor juga menghantui masya­rakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana.

“Beberapa waktu terakhir, Sumbar diterpa bencana alam, mulai dari banjir hingga tanah longsor. Salah satu ikhtiar yang harus dilakukan agar terhindar dari musibah adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT,” Ujar Supardi.

Menurutnya, sebagai orang yang beriman, wajib mengimani bahwa setiap yang diberikan atau ditimpakan Allah kepada manusia baik bencana atau bukan adalah sebuah kebaikan dan perwujudan kasih sayang Allah.

Baca Juga  Satu lagi Pasien Covid-19 di Sumbar Meninggal, Total sudah 37 Orang, Positif 1.257 Kasus, Sembuh 854

“Setelah memahami bahwa bencana dan segala sesuatu yang terjadi adalah bentuk kasih sayang Allah kepada manusia, sebagai orang beriman harus memahami bahwa peristiwa bencana itu adalah suatu alat untuk mengintrospeksi, mengevaluasi atau muhasabah diri manusia itu sendiri,” ucapnya.

“Mungkin saja bencana itu merupakan efek dari ke­lalaian dan kezaliman ma­nusia terhadap makh­luk lain semisal lingkungan dan kezaliman manusia terhadap manusia lain,” lanjutnya Supardi.

Sebagai manusia, apa pun kondisinya kita harus terus  meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.  “Kita agar bersabar menghadapi mu­sibah ini. Dengan bersabar ini kita bisa mengendalikan diri,” tegasnya.

Supardi juga mengatakan, Masjid Istiqomah m­e­rupakan salah satu masjid tertua di Kota Payakumbuh, bahkan umurnya lebih kurang 100 tahun. Masjid ini merupakan kebanggaan masyarakat Kenagarian Limbukan.

“Sesuai dengan nama Istiqomah, diharapkan ma­syarakat Limbukan terus istiqomah dalam beribadah kepada Allah SWT,” kata Supardi.

Salah satu ikhtiar yang harus dilakukan dalam me­nyikapinya berbagai bencana yang terjadi saat ini adalah meramaikan masjid dengan berbagai kegiatan keagamaan dan kegiatan yang positif.

Baca Juga  HDI Silaturahmi dengan Wartawan Luak Limo Puluah di Jakarta

Masjid, sejatinya bukan hanya sekedar tempat be­ribadah saja, namun bisa juga untuk aktivitas lainnya. Seperti bermusyawarah hingga pusat kegiatan pemuda seperti latihan silat.

“Untuk melahirkan generasi emas dan menanamkan pola pendidikan karakter dengan nilai-nilai religius dalam arah kebijakan penyelenggaraan pemerintahan daerah, DPRD dan Pemprov Sumbar terus menyebarkan dan menginformasikan pola kembali ke masjid,”kata Supardi.

Dalam safari Rama­dhan tersebut, Ketua DPRD Supardi, didampingi Kepala Bagian (Kabag) Persidangan Peraturan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD Sumbar Zardi Syahrir, Kepala sub bagian (Kasubag) Humas Protokol Dahrul Idris SSTP. MSi, anggota Komisi Informasi (KI)  Sumbar Mona Sisca dan Tanti Endang Lestari serta kepala cabang Perwakilan Bank Nagari Payakumbuh Afrizon.

Ketua DPRD Sumbar juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk pembangunan Masjid. Tidak hanya itu, Masjid Istiqomah juga mendapatkan bantuan 20 Al Quran dan tambahan bantuan Rp 10 juta dari Bank Nagari. (hsb)