PAYAKUMBUH/50 KOTA

Wujudkan Kebijakan Wako Zulmaeta Tekan Stunting, Payakumbuh Selatan Luncurkan Program Kolaborasi “SERIBU Asa”

×

Wujudkan Kebijakan Wako Zulmaeta Tekan Stunting, Payakumbuh Selatan Luncurkan Program Kolaborasi “SERIBU Asa”

Sebarkan artikel ini
CEGAH STUNTING— Tim mendatangi keluarga dengan anak stunting dan ibu hamil serahkan bantuan di Kelurahan Balai Panjang, Selasa (15/9).

PAYAKUMBUH, METRO– Mengimplementasikan arahan kebijakan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta terkait percepatan penurunan angka stunting melalui pendekatan kola­b­oratif, Kecamatan Payakumbuh Selatan meluncurkan program inovasi bertajuk “SE­RIBU Asa untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil”. Gerakan berbasis gotong royong sosial ini mulai menyasar keluarga dengan anak stunting dan ibu hamil di Kelurahan Balai Panjang, pada Selasa (15/9).

Program ini tidak bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan mengandalkan dana dari donatur serta ber­bagai pemangku kepen­tingan (stakeholder).

Camat Payakumbuh Selatan, Dewi Mulia, me­ngungkapkan bahwa inovasi SERIBU Asa lahir sebagai bentuk penerjemahan instruksi Wali Kota Zulmaeta yang menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa diselesaikan secara ego-sektoral, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat secara berkesinambungan.

Baca Juga  Dapat Informasi di Media Sosial, Wabup Tengok Bocah Tersiram Air Panas

“SERIBU Asa ini ada­lah gerakan kolaborasi nyata. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, kami me­rang­kul donatur dan stakeholder yang peduli untuk bersama-sama mendam­pingi anak stunting dan ibu hamil sejak masa kandungan,” kata Dewi Mulia.

Menurut Dewi, persoalan gizi buruk dan stun­ting memerlukan pena­nganan berlapis yang me­lampaui batas kerja satu instansi pemerintahan tingkat kecamatan maupun kelurahan.

Untuk memastikan intervensi berjalan efektif, penyaluran bantuan di Kelurahan Balai Panjang tersebut turut melibatkan sinergi dari Lurah setempat, Penyuluh Keluarga Berencana (KB), hingga Penyuluh Agama Islam dari KUA Payakumbuh Selatan, Firdaus.

Keterlibatan Penyuluh Agama dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi.

Baca Juga  Jaga Toleransi Keberagaman, Tim 7 Sweeping Warung Makan yang Buka Siang Hari

Melalui pendekatan sosial dan keagamaan, masyarakat diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan ibu hamil dan memenuhi hak gizi anak adalah bagian dari tanggung jawab moral serta agama. Lebih jauh, Pemerintah Kecamatan Payakumbuh Selatan berharap program ini tidak sekadar bersifat karitatif atau berhenti pada pemberian bantuan materiil semata. Edukasi berkelanjutan diharapkan mampu merubah pola pikir kesadaran keluarga terhadap pentingnya kesehatan gizi.

“Kita berharap gerakan SERIBU Asa ini bisa terus bergulir dan memantik kepedulian yang lebih luas di tengah ma­syarakat. Dengan demikian, pendampingan terhadap anak stunting dan ibu hamil dapat berjalan secara masif, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Dewi. (uus)