PADANG, METRO— Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa baru tidak hanya dituntut untuk mempersiapkan diri mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kebiasaan positif dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah membudayakan keselamatan saat berkendara.
Hal tersebut menjadi pesan utama dalam seminar safety riding yang digelar PT Hayati Pratama Mandiri (Honda Hayati) di Universitas Adzkia, Senin (14/09). Kegiatan yang mengangkat tema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” ini diikuti oleh lebih kurang 600 mahasiswa baru Universitas Adzkia.
Melalui kegiatan ini, Honda Hayati mengajak generasi muda untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai bagian dari gaya hidup. Sebab, perjalanan menuju masa depan tidak hanya tentang seberapa cepat seseorang sampai di tujuan, tetapi juga bagaimana dapat sampai dengan aman.
Materi safety riding disampaikan oleh Dio Suryanto, Instruktur Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri. Dalam penyampaiannya, Dio mengajak mahasiswa untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Mahasiswa merupakan generasi yang memiliki banyak aktivitas dan mobilitas yang cukup tinggi. Karena itu, penting untuk membangun kesadaran safety riding sejak dini. Mulai dari menggunakan perlengkapan berkendara, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, menjaga kecepatan, hingga selalu berkonsentrasi saat berkendara,” ujar Dio.
Tema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” juga menjadi pendekatan yang dekat dengan keseharian anak muda. Secangkir kopi menjadi simbol sederhana dari momen untuk berhenti sejenak, mempersiapkan diri, kemudian kembali melanjutkan perjalanan untuk mengejar berbagai mimpi.
Marketing Communication & Development Manager PT Hayati Pratama Mandiri, Asri Wirawan, mengatakan bahwa edukasi keselamatan berkendara kepada mahasiswa menjadi salah satu bentuk komitmen Honda Hayati dalam membangun budaya berkendara yang aman di kalangan generasi muda.
“Mahasiswa baru hari ini adalah generasi yang sedang memulai perjalanan panjang untuk meraih cita-cita. Kami ingin mengingatkan bahwa dalam mengejar sejuta mimpi, keselamatan tetap harus menjadi prioritas. Jangan sampai karena ingin cepat sampai tujuan, justru mengabaikan keselamatan,” ujar Asri Wirawan.
Menurutnya, pesan safety riding perlu disampaikan dengan cara yang relevan dengan karakter generasi muda. Karena itu, Honda Hayati terus berupaya menghadirkan edukasi keselamatan berkendara yang komunikatif, interaktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori safety riding, tetapi juga menerapkannya dalam aktivitas berkendara sehari-hari. Karena #Cari_Aman bukan sekadar slogan, tetapi sebuah kebiasaan yang harus dimulai dari diri sendiri,” tambah Asri.
Kegiatan seminar di Universitas Adzkia ini menjadi bagian dari upaya Honda Hayati untuk terus memperluas edukasi keselamatan berkendara kepada berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan semakin banyak anak muda yang memahami pentingnya berkendara secara aman dan bertanggung jawab, diharapkan tercipta budaya berkendara yang lebih baik di lingkungan kampus maupun di jalan raya. (rom)






