METRO PADANG

Tren Perbaikan Ekonomi Global dan Percepatan Vaksinasi, 2022, Audy Optimis PE Sumbar Capai 5 Persen

×

Tren Perbaikan Ekonomi Global dan Percepatan Vaksinasi, 2022, Audy Optimis PE Sumbar Capai 5 Persen

Sebarkan artikel ini
RAPAT KHUSUS— Wagub Sumbar Audy Joinaldy didampingi Sekdaprov Hansastri dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Wahyu Purnama, menggelar rapat khusus evaluasi pertumbuhan ekonomi sekaligus proyeksi perekonomian tahun 2022 bersama Bank Indonesia dan Kepala OPD Pemprov Sumbar di kantor Gubernur, Selasa (18/1).

SUDIRMAN, METRO–Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy didam­pingi Sekdaprov Hansastri, menggelar rapat khusus eva­luasi pertumbuhan ekonomi sekaligus proyeksi pereko­nomian tahun 2022 bersama Bank Indonesia dan Ke­pala-kepala Organisasi Pe­rangkat Daerah (OPD) Pem­prov Sumbar di kantor Gubernur, Selasa (18/1).

Pertemuan yang dila­ku­kan sebagai titik tolak agar arah kebijakan ekono­mi yang diambil ke depan lebih efektif dan tepat sasa­ran. Dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Wahyu Purnama optimis capaian pertumbuhan ekonomi da­pat tumbuh 4-5% pada ta­hun 2022. Hal ini sejalan de­ngan tren perbaikan eko­nomi global dan ekonomi nasional seiring dengan percepatan vaksinasi Co­vid-19.

Wahyu mengatakan, saat ini vaksinasi dan kebi­ja­kan Pemda dalam pem­berlakuan protokol kese­hatan merupakan salah satu faktor pendorong yang penting bagi normalisasi aktivitas ekonomi. Disam­ping adanya stimulus fiskal terkait perlindungan sosial, insentif pajak, subsidi listrik dan dukungan pemerintah terhadap UMKM.

Baca Juga  2022, Penebusan Pupuk Bersubsidi harus Pakai Kartu Tani di Kota Padang, 40 Persen Petani Belum Mendapat Kartu

Meski demikian, ia me­nyampaikan bahwa pre­diksi pertumbuhan eko­nomi ke depan masih mung­kin direvisi mengi­ngat masih adanya risiko varian baru Covid-19, se­hingga perkembangan ti­dak sesuai harapan.

“Tahun 2020-2021 pere­ko­nomian memang tidak mudah untuk diprediksi karena adanya shock-shock yang menyebabkan per­kembangan tidak se­suai de­ngan apa yang kita ha­rap­kan. Harapan kita di tahun 2022 tidak terjadi lagi,” ujar Wahyu mema­parkan.

Lebih lanjut ia menje­las­kan, bahwa sektor per­ta­nian dan perdagangan masih menjadi penggerak utama perekonomian de­ngan persentase pangsa sebesar 22,04 persen dan 17,77 persen, disusul sektor transportasi, konstruksi, serta industri pengolahan.

Wahyu juga mengi­ngat­kan semakin maraknya alih fungsi lahan dewasa ini, berdampak pada ber­ku­rangnya produksi perta­nian, sehingga sektor ini harus mengembangkan hilirisasi dan ekspor untuk dapat terus meningkatkan produktivitas.

Sejalan dengan itu, Au­dy mengaku Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyiapkan strategi mengejar pertumbuhan ekonomi. Ia pun optimis ekonomi dapat tumbuh hingga 5 persen.

Baca Juga  5 Pelaku UMKM di Pauh Terima Bantuan Alat Penunjang Produksi

Menurut Audy, saat ini Pemprov Sumbar telah menaikkan anggaran APBD untuk mendorong hilirisasi pertanian. Dengan begitu produksi pertanian baik ekspor maupun domestic selling dihadapkan meningkat.

Demikian juga dengan pengembangan pariwi­sa­ta, maupun bisinis. Ia me­ngatakan length of stay wi­satawan, didukung event-event pariwisata Visit Sum­bar 2023 dan investasi murni di sektor bisnis me­ru­pakan kunci mengejar pertumbuhan ekonomi.

“Mengejar pertumbu­han ekonomi, kita butuh banyak uang beredar di Sumbar, kita kuatkan hili­risasi agriculture, sektor pariwisata dan juga bisnis,” Audy menegaskan.

Tak hanya itu, disam­ping strategi pertumbuhan ekonomi, Audy juga ber­pesan agar Kepala-kepala OPD mampu menjaga opti­misme warga. Masyarakat harus mengetahui program-program peme­rin­tah.

“Optimisme harus kita jaga, dan masyarakat ha­rus tahu apa-apa saja program pemerintah, kemu­dian kita cocokan dengan prediksi pertumbuhan eko­nomi dari Bank Indonesia,” tutup Audy. (fan)