AIE PACAH, METRO– Jajaran Pemerintah Kota Padang menggelar rapat koordinasi bulanan untuk mengevaluasi capaian kinerja dan percepatan program strategis daerah. Pertemuan penting yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran ini dilangsungkan di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Senin (14/9).
“Pastikan kembali perencanaan dan target yang sudah kita tetapkan. Jangan sampai kita memasang target yang terlalu tinggi, tetapi pada pelaksanaannya tidak mampu kita capai. Perencanaan harus realistis, dan disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi yang ada,” tegas Wali Kota Padang Fadly Amran di hadapan Sekda Raju Minropa, Asisten, Inspektur, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Selain masalah keuangan, rapat juga membedah sejumlah program unggulan daerah. Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail memaparkan perkembangan program Smart Surau, di mana pada tahun ini sebanyak 26 masjid di Kota Padang menerima bantuan hibah pembangunan ruang digital lengkap dengan fasilitas Wi-Fi gratis. Menanggapi hal tersebut, Fadly Amran memberikan instruksi khusus agar fasilitas yang dibangun benar-benar memenuhi standar kenyamanan anak-anak.
“Kita bangun ruang belajar yang bisa dimanfaatkan anak-anak untuk belajar, dilengkapi meja untuk tablet. Anggaran hibah yang kita berikan harus sesuai dengan peruntukannya. Kita juga harus memastikan kualitas ruang digital yang dibangun sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh anak-anak,” ujar Fadly mempertegas arah kebijakan tersebut.
Topik krusial lainnya turut dibahas oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teddy Antonius terkait alokasi bantuan rehabilitasi bagi 3.206 pelaku UMKM terdampak bencana banjir Sumatera dengan total anggaran Rp9,6 miliar. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Eri Sendjaya melaporkan penunjukan Kota Padang sebagai salah satu dari tujuh pilot project digitalisasi Bansos di Pulau Sumatera.
“Begitu juga dengan para pelaku UMKM yang terdampak bencana dan mendapatkan bantuan, pendataannya harus jelas dan akurat. Jangan sampai ada yang tertinggal sehingga mereka tidak mendapatkan bantuan,” pesan Fadly menekankan pentingnya akurasi data di lapangan.
Menutup arahannya, kepala daerah menekankan agar para kepala OPD tidak hanya terpaku pada anggaran APBD, melainkan aktif berinovasi menjemput pendanaan pusat serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Berbagai isu strategis seperti penyaluran Pokir DPRD yang tepat sasaran, kelanjutan kerja sama internasional dengan Hildesheim, hingga penanganan masalah sosial dan estetika kota turut menjadi catatan penting untuk segera ditindaklanjuti. (oza)






