BERITA UTAMA

Relawan Bakti BUMN 2026 di Tidore, Wujud Sinergi Antar BUMN Dukung Kemandirian Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

×

Relawan Bakti BUMN 2026 di Tidore, Wujud Sinergi Antar BUMN Dukung Kemandirian Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Sebarkan artikel ini
BAKTI BUMN—Relawan Bakti BUMN Tidore mengumpulkan daun pohon kaliandra untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak

MALUT, METRO— Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, memiliki beragam potensi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Mulai dari kekayaan rempah seperti pala dan cengkeh, aktivitas masyarakat pesisir, hingga kekayaan budaya dan ling­kungan. Berbagai potensi tersebut menjadi modal penting yang dapat terus dikembangkan untuk mem­perkuat kemandirian dan kesejahteraan ma­syarakat.

Berangkat dari potensi tersebut, Program Relawan Bakti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ha­dir di Tidore dengan sema­ngat mendorong ma­sya­rakat semakin berdaya melalui penguatan eko­nomi, pendidikan, lingku­ngan, dan kesehatan. Menjadi penanggung jawab pelaksanaan program di Ti­dore, PLN mengusung te­ma “Energi Berkelanjutan untuk Tidore Berdaya”.

Melalui kolaborasi insan BUMN dan ma­sya­rakat, program ini diarahkan untuk mendukung pe­ngembangan potensi lokal sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Sejumlah hasil nyata yang dihadirkan antara lain pemanfaatan 42 ton Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLTU Tidore menjadi paving block, penanaman pohon kaliandra di lahan seluas 9.000 meter persegi di kawasan PLTU Tidore, penguatan sarana pendidikan, pembinaan usaha ma­sya­rakat, dukungan air bersih, pengelolaan sampah, hingga pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.

Atas kontribusi tersebut, Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah, menyampaikan apresiasi kepada PLN, BUMN, dan para Re­lawan Bakti BUMN yang telah berkontribusi dalam mendukung pemberda­yaan masyarakat di Tidore.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BUMN, khususnya PLN serta para Relawan Bakti BUMN yang telah memilih Tidore sebagai tempat untuk berkontribusi. Kehadiran para relawan membawa energi positif bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi, khususnya generasi muda, untuk semakin peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial serta terus menumbuhkan semangat gotong royong di Tidore,” ujar Sultan Tidore.

Sementara itu, Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bha­rata, menegaskan bahwa kehadiran insan BUMN di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian sekaligus memastikan keberadaan BUMN memberikan manfaat yang lebih luas.

Baca Juga  Chelsea vs Eintracht Frankfurt,  Harusnya lebih Mudah

“Melalui Relawan Bakti BUMN, para pegawai BU­MN turun langsung, berinteraksi, mendengar, dan bekerja bersama ma­sya­rakat. Kami berharap pe­ngalaman ini semakin me­numbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong di lingkungan BUMN. Karena peran BUMN tidak hanya tentang bagaimana perusahaan tumbuh dan berkinerja, tetapi juga ba­gaimana kehadirannya mam­pu memberi manfaat dan tumbuh bersama ma­syarakat,” ujar Tedi Bharata.

Semangat tersebut di­terjemahkan melalui ber­bagai kegiatan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan ma­sya­ra­kat Tidore. Sebagai penanggung jawab pelaksa­naan program di Tidore, PLN membawa inisiatif yang bertumpu pada empat pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yaitu ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Keempat pilar tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas ma­­syarakat sekaligus membangun kemandirian melalui potensi yang dimiliki daerah.

Direktur Legal dan Ma­najemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, me­ngatakan pemberdayaan masyarakat menjadi upaya penting untuk memastikan kehadiran BUMN memberikan manfaat yang re­levan dengan kebutuhan sekaligus potensi ma­sya­rakat setempat.

“Pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi ba­gaimana masyarakat da­pat memiliki kapasitas dan kesempatan untuk me­ngembangkan potensi yang mereka miliki. Karena itu, program yang kami hadirkan mencakup pe­nguatan ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Melalui pendekatan tersebut, PLN ingin memastikan dukungan yang diberikan tidak hanya men­­jawab kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Nurlely.

Pemberdayaan e­ko­no­mi diwujudkan melalui pemanfaatan 42 ton FABA dari PLTU Tidore menjadi paving block yang kemudian digunakan untuk mendukung fasilitas ma­sya­rakat, antara lain halaman TK Rum Balibunga dan area bengkel mesin kapal. Upaya penguatan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui pembinaan beng­kel mesin kapal milik koperasi unit desa serta pendampingan pengolahan produk turunan pala untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Baca Juga  Kasus Pemerasan VCS Bupati Limapuluh Kota, Polda Sumbar segera Lakukan Gelar Perkara

Di bidang pendidikan, dukungan diarahkan pada peningkatan kualitas ling­kungan belajar melalui renovasi halaman sekolah dengan pemanfaatan FA­BA, bantuan peralatan se­kolah, serta renovasi atap ruang belajar siswi pesan­tren. Kegiatan pembelajaran interaktif, sesi berbagi dan motivasi bagi siswa, santriwati, serta orang tua turut dilakukan untuk mem­perkuat kapasitas ge­nerasi muda. Nilai sejarah dan budaya Tidore juga diperkenalkan melalui peremajaan Monumen Pe­ngibaran Bendera Pertama dan penyediaan infografis sejarah.

Sementara itu, ke­pe­dulian terhadap lingkungan diperkuat melalui penanaman pohon kaliandra di lahan seluas 9.000 meter persegi di kawasan PLTU Tidore. Pohon tersebut dikembangkan sebagai sum­ber biomassa untuk mendukung ekosistem co-firing PLTU melalui proses pemanenan dan pencacahan. Masyarakat juga didorong untuk terlibat da­lam pengelolaan lingku­ngan melalui pembentukan kelompok bank sampah, edukasi pemilahan sampah, serta dukungan sarana air bersih melalui sumur bor dan perbaikan saluran distribusi.

Dukungan terhadap ku­alitas hidup masyarakat juga mencakup pemeriksaan kesehatan gratis untuk membantu deteksi dini kondisi kesehatan, serta pemberian makanan tambahan, vitamin, dan makanan bergizi bagi ma­syarakat di wilayah Ring 1 PLTU Tidore.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Dony Noor Gustiarsyah, menegaskan bah­­wa keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program pem­­berdayaan ma­sya­ra­kat.

“Tidore memiliki potensi yang kuat, baik dari masyarakat, sumber daya lokal, maupun kekayaan budaya dan lingkungannya. Peran kami adalah membantu membuka ruang agar potensi tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi ma­sya­rakat. Karena itu, kami ingin setiap program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan yang terus tumbuh di ma­syarakat,” ujar Dony. (rel)