PAYAKUMBUH/50 KOTA

Tindak Lanjuti “Petani Berdasi”, Pemko Payakumbuh dan Kementan Jadikan ASN Pionir Ketahanan Pangan

×

Tindak Lanjuti “Petani Berdasi”, Pemko Payakumbuh dan Kementan Jadikan ASN Pionir Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
PETANI BERDASI— Sekda Rida Ananda memimpin langsung kegiatan ”PETANI BERDASI” bersama Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementan RI, Dr. Tedy Dirhamsyah.

PAYAKUMBUH, METRO— Pemerintah Kota Pa­yakumbuh terus mempercepat langkah pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan daerah. Setelah resmi me­luncurkan inovasi “Petani Berdasi” (Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi) pada pekan lalu. Pemko kini merealisasikan tahap eksekusi program tersebut. Sebagai bentuk tindak lanjut, inovasi yang digagas berdasarkan arahan kebijakan Wali Kota (Wako) Zulmaeta ini langsung mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Dukungan nyata itu ditandai dengan aksi penanaman serentak komoditas ba­wang merah dan cabai di halaman Balai Kota Payakumbuh, Jumat (18/9).

Mewakili Wako Zulmaeta, Sekretaris Daerah (Sekda) Rida Ananda me­mimpin langsung kegiatan tersebut bersama Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementan RI, Dr. Tedy Dirhamsyah.

Dalam arahannya, Sek­da Rida menegaskan bahwa penanganan inflasi bukan sekadar tugas pemerintah pusat atau Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) semata, melainkan tanggung ja­wab lintas sektoral. “Petani Berdasi adalah gerakan kolaborasi. Sesuai visi Bapak Wali Kota, kita ingin Aparatur Sipil Negara (ASN) Payakumbuh menjadi role model. Tidak ha­nya disiplin dalam pelayanan publik yang berbasis Trilogi Zuzema (Jujur, Loyal, dan Profesional), tetapi juga memelopori kepedulian terhadap ke­tahanan pangan,” tegas Rida.

Baca Juga  Masyarakat Taeh Baruah Antusias Ikuti Sosialisasi KPU dengan Kearifan Lokal, Camat: Satu Suara Menentukan Masa Depan Daerah

Sebagai langkah nyata eksekusi program, seluruh ASN yang berkantor di Balai Kota dibekali paket sarana tanam berupa polybag, media tanam, serta bibit bawang merah dan cabai untuk dipelihara di lingkungan kantor masing-masing. Rida menambahkan, aksi ini membawa pesan edukatif dan keteladanan yang kuat bagi warga. “Satu polybag adalah simbol. Ketika ma­syarakat melihat ASN mau turun tangan menanam, akan muncul kesadaran kolektif: ‘Kalau ASN saja mau menanam, kita di rumah pasti bisa.’ Kita tidak semata mengejar volume panen, melainkan membangun mentalitas kemandirian pangan,” urainya.

Kapuslatan Kementan RI, Dr. Tedy Dirhamsyah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif cerdas Pemko Payakumbuh. Tedy memberikan penguatan kapasitas teknis kepada para abdi negara melalui konsep “Urban Farming dalam Upaya Pemenuhan Pangan dan Peningkatan Pendapatan Keluarga”.

Baca Juga  Jembatan Gantung Nyaris Putus, 40 KK Terdampak

Ia memaparkan berbagai teknik efisien seperti hidroponik, vertikultur, hingga pemanfaatan polybag untuk menyulap pekarangan kantor dan rumah menjadi lahan pro­duktif di tengah ancaman krisis iklim global. “Pengeluaran rumah tangga untuk pemenuhan pangan cukup besar. Melalui urban farming, ASN dan masyarakat dapat menekan pengeluaran harian secara signifikan, sekaligus meningkatkan status gizi keluarga melalui konsumsi sayur sehat dari kebun sendiri,” jelas Tedy. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan instruksi Sekda kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk memantau per­kembangan tanaman secara berkala. Ke depan, gerakan “Petani Berdasi” diharapkan menjalar ma­sif ke pekarangan warga, guna mewujudkan Payakumbuh sebagai kota yang mandiri pangan dan tangguh terhadap gejolak inflasi. (uus)