SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Menguatnya Isu Intoleransi di Berbagai Daerah, Wako Perkuat Koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama

×

Menguatnya Isu Intoleransi di Berbagai Daerah, Wako Perkuat Koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama

Sebarkan artikel ini
RAKOR BERSAMA FKUB— Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra memperkuat koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai benteng keharmonisan masyarakat, dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah bersama Dewan Penasihat dan Pengurus FKUB Kota Sawahlunto Tahun 2026, kemarin.

SAWAHLUNTO, METRO— Di tengah menguatnya isu intoleransi di berbagai daerah, Sawahlunto memilih jalan berbeda. Merawat kerukunan dari dalam.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra memperkuat koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai benteng keharmonisan masyarakat, dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah bersama Dewan Penasihat dan Pengurus FKUB Kota Sawahlunto Tahun 2026, kemarin.

Tidak hanya dengan kata-kata. Komitmen itu diwujudkan dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) senilai Rp50 Juta sebagai dukungan anggaran Pemko terhadap pelaksanaan peran dan fungsi FKUB.

Baca Juga  Tambah Wawasan, Pemuda Bukik Gombak Gelar Penyuluhan Hukum

Wali Kota Riyanda menegaskan, kerukunan bukan sekadar slogan. Kerukunan adalah modal, bahkan infrastruktur paling dasar bagi pembangunan.

“Kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif. Keharmonisan di tengah keberagaman ini harus terus kita pelihara,” tegas Riyanda.

Menurutnya, Sawahlunto sebagai Kota Warisan Dunia UNESCO yang dihuni berbagai suku dan agama tidak boleh lengah. Komunikasi dan kolaborasi harus terus hidup antara pemerintah, FKUB, tokoh agama, tokoh ma­syarakat, dan seluruh elemen.

Baca Juga  Jaga Netralitas saat Pemilu, ASN Diminta Menahan Diri di Medsos

Sinergi ini diharapkan memperkuat peran FKUB tidak hanya sebagai penjaga toleransi, tapi juga sebagai sistem deteksi dini. “Sehingga berbagai potensi persoalan dapat dikomunikasikan dan ditangani sejak dini. Jangan menunggu api besar baru dipadamkan,” ujarnya.

Dengan demikian, ke­rukunan tidak hanya menjadi kondisi yang dipertahankan, tetapi menjadi modal sosial yang aktif. Modal yang mendukung pariwisata, investasi, dan kehidupan masyarakat Sawahlunto yang aman dan rukun. (pin)