AIE PACAH, METRO— Pemerintah Kota Padang menggeber langkah cepat untuk mengamankan sisa target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini. Hingga awal September 2026, realisasi pundi-pundi keuangan daerah tercatat menyentuh angka Rp628,586 miliar atau berada di kisaran 64,43 persen dari target APBD Perubahan yang dipatok sebesar Rp1,04 triliun.
Evaluasi tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi Realisasi PAD Triwulan III yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang Aie Pacah, Rabu (9/9).
Kepala Bapenda Kota Padang, Atos, memaparkan rincian capaian yang menunjukkan tren positif pada paruh pertama tahun ini. Pada Triwulan I, realisasi sukses menembus Rp205,682 miliar, kemudian berlanjut pada Triwulan II dengan perolehan mencapai Rp455,049 miliar.
Kendati demikian, tantangan besar masih menghadang di depan mata. Berdasarkan catatan BaÂpenda, target kumulatif pada Triwulan III semestinya berada di angka Rp757,232 miliar atau 72,80 persen. Artinya, masih ada selisih sekitar Rp128,646 miliar yang wajib dikejar dalam kurun waktu dekat oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil.
Menanggapi hal itu, Maigus Nasir mengingatkan bahwa target PAD bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan komitmen bersama yang sudah sah tertuang dalam Perda APBD Perubahan. Mengingat waktu efektif menjelang tutup tahun tinggal menyisakan sekitar tiga bulan, ia mendesak para pimpinan OPD untuk berpikir out of the box dan menerapkan strategi yang lebih agresif.
Dorongan senada turut disuarakan oleh Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Afridian Wirahadi Ahmad. Ia menilai, optimalisasi sumber pendapatan daerah mutlak membutuhkan pergeseran paradigma dari cara-cara konvensional menuju manajemen potensi yang jauh lebih taktis dan terukur. (oza)






